Wakil Walikota Cimahi Sarankan Warga Tingkatkan Konsumsi Ikan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Tingkat konsumsi ikan laut maupun ikan air tawar oleh masyarakat Kota Cimahi sampai saat ini masih terbilang rendah. Hingga akhir tahun 2017, konsumsi ikan penduduk Kota Cimahi ini hanya sebesar 11,87 kilogram per kapita dalam kurun waktu satu tahun.


Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan salah satu faktor penyebab masih rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Cimahi lantaran anggapan jika mengonsumsi ikan dikategorikan sebagai masyarakat kurang mampu.

“Rendahnya konsumsi ikan itu diantaranya karena masyarakat lebih memilih mengonsumsi daging sapi atau daging ayam. Kalau makan ikan kurang bergengsi atau identik dengan kemiskinan, padahal mengonsumsi ikan banyak manfaatnya,” ujar Ngatiyana.

Idealnya, kata Ngatiyana, konsumsi ikan masyarakat Kota Cimahi itu sekitar 48 kilogram perkapita dalam kurun waktu satu tahun. Untuk meningkatkan konsumsi ikan, lanjut Ngatiyana, pihaknya terus mengadakan sosialisasi gemar makan ikan bagi masyarakat Kota Cimahi.

“Karena makan ikan itu proteinnya tinggi tetapi tidak mengandung lemak atau lemaknya sangat kecil, sehingga orang-orang yang mengkonsumsi ikan bisa terhindar dari kolestrol, darah tinggi termasuk sakit jantung,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada anak-anak agar membiasakan makan ikan agar terhindar dari masalah pertumbuhan yang terlambat atau stunting.

Ia mengatakan, sekitar 400 anak di Kota Cimahi sangat sedikit mengonsumsi ikan sehingga menyebabkan pertumbuhannya menjadi terhambat.

“Jangan sampai anak-anak di Cimahi ini pertumbuhannya tidak optimal, karena orangtua tidak memprioritaskan makanan mengandung gizi tinggi,” tegasnya.

Menanggapi anggapan masyarakat soal mengonsumsi ikan identik dengan kurang mampu, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung, Dedy Arief Hendriyanto, menilai masyarakat sangat salah beranggapan demikian.

“Sangat keliru pastinya. Ikan itu ada gradenya masing-masing, harga tergantung jenis dan kualitas. Protein ikan adalah protein terbaik yang dihasilkan dari sumber daya alam,” tuturnya.

Dedy menambahkan, ikan-ikan yang dijual di pasar Kota Cimahi dipastikan bebas dari residu bahan kimia yang digunakan. Sehingga ikan-ikan yang dijual sudah laik konsumsi.

“Terkait kandungan residu yang ada pada ikan, kami BKIPM selalu melakukan monitoring baik di pasar modern maupun tradisional. Kandungan yang kami periksa salah satunya adalah formalin. Karena kalau ikan terpapar formalin, jika dikonsumsi maka akan menyebabkan residu yang membuat organ tubuh bagian dalam terganggu. Formalin bisa hilang dari tubuh paling cepat 10 tahun,” bebernya.

Untuk meningkatkan konsumsi ikan oleh masyarakat, Dedy mengupayakan agar UKM di Cimahi memonitor dan menyediakan berbagai varian olahan berbahan dasar ikan.

“Masyarakat juga perlu diyakinkan kalau olahan ikan di pasaran itu asli dan terjamin kualitasnya. Pemerintah sudah berupaya keras, tinggal kembali ke masyarakat untuk bersama-sama sadar akan pola hidup sehat,” tegasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds