Dalam Mendidik Anak, Orangtua Juga Harus Bisa Imbangi Perkembangan Zaman

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, DALAM membesarkan anak semua orangtua menggunakan skillnya, karena setiap perkembangan zaman diperlukan kapasitas orangtua yang harus jauh berkembang. Hal tersebut dikarenakan ‎lingkungan luar bisa masuk ke dalam, orangtua seringkali kebingungan hingga merasa frustasi.


“Anak lelet pagi hari, tidak bisa diajarkan tanggung jawab dan masuknya pengaruh gadget,” ujar Konsultan Parenting sekakugus Pengasuh Parenting Academy, Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari di Aula Hijaz Syaamil Group, Jalan Babakan Sari no. 71 Kiaracondong, Rabu (29/8/2018).

Gadget jika ingin dibatasi, lanjut Abah Ihsan (sapaan akrab), harus sesuai dengan skill yang dimiliki orangtua seperti penguasaan teknologi sehingga tidak menjadi budak teknologi. Sehingga, teknologi dipergunakan untuk hal yang berguna dan bermanfaat.

“Orangtua sekelas bidgest aja memberikan handphone 14 tahun, di aplikasi gojek aja 21 tahun baru boleh memesan sendiri,” ungkapnya.

Dalam menggunakan gadget ada tiga hal yang harus diketahui yaitu didampingi, ‎dibutuhkan dan dipinjamkan. Semua anak pasti meminta handphone, jika tidak tegas pasti akan anak dikuasai setan teknologi.

“Banyak orangtua ‎yang mengeluhkan permainan game online, tapi kalau diarahkan menjadi gamers profesional pasti akan menjadi banyak manfaat. Kenyataannya, banyak gagal sehingga kabur-kaburan hingga mencuri uang orangtua,” bebernya.

Jika sudah kecanduan, anak bukan dikirimkan ke psikiater melainkan orangtua harus belajar cara mengatasinya. Banyak orangtua yang memiliki nilai toleransi tinggi tapi anaknya menjadi radikalisme.

“‎Bahaya jika semua yang disalahkan Allah, padahal sudah jelas Allah memerintahkan bagaimana cara untuk mengajarkan anak,” imbuhnya.

Semakin kecil anak semakin banyak kita ngomong, beranjak dewasa biarkan mereka yang berbicara. Tapi, bukan dengan cara secara overdosis melainkan menasehati tanpa ada tekanan seakan-akan intrograsi.

‎”Anak menjadi durhaka adalah hasil didikan orangtua yang durhaka,” tegansya.

Direktur Marketing Sygma Media Inovasi, M Rachman Ridhatullah menyebut, beberapa fenomena yang berkembang saat ini, dampak positif dan negatifnya ditentukan pula oleh cara mendidik orang tua, serta bagaimana dampaknya bagi tumbuh kembang anak.

Menghadapi permasalahan ini, Sygma Media Inovasi, menggandeng pakar konsultan parenting, meluncurkan metode pembelajaran kekinian, yang dinamakan Parenting Academy.

“E-Learning Parenting Academy adalah pembelajaran parenting melalui online dengan menggunakan metode kekinian, yang bisa diakses melalui website dan aplikasi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, materi pembelajaran Parenting Academy dapat diakses di mana saja secara cepat. Ini sangat memudahkan para orang tua, untuk belajar parenting, agar menjadi orang tua yang percaya diri mendidik anak zaman sekarang.

“Parenting Academy bisa menjadi jawaban dari doa para orang tua yang ingin memantaskan diri untuk menjadi orang tua yang memiliki kapasitas dan kompetensi, agar anak dapat hidup dengan nilai-nilai baik seperti yang orang tua inginkan,” pungkasnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds