Buat Video Porno Anak, Faisal Akbar Divonis Tujuh Tahun Penjara

Faisal Akbar divonis tujuh tahun penjara. Foto:rmoljabar

Faisal Akbar divonis tujuh tahun penjara. Foto:rmoljabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Otak pelaku pembuatan video porno anak, M Faisal Akbar divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung  hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 250 juta, subsider kurungan 6 bulan.


Putusan majelis ini sama dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung.

Dalam amar putusannnya, Ketua Majelis Waspin Simbolon menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan berperan dalam memproduksi dan mengarahkan anak di bawah umur untuk beradegan asusila pada April dan Agustus 2017.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa hukuman s7 tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Waspin saat membacakan putusannya. di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan L.L.R. E Martadinata, Selasa (28/8).

Faisal terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang junto pasal 29 Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum menjatuhkan putusan, Waspin membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk yang memberatkan di antaranya, perbuatan terdakwa menimbulkan trauma seksual yang mendalam terhadap korban anak.

Sementara untuk yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, menyesali dan tidak akan mengulanginya, dan sudah meminta maaf kepada orangtua korban pemeran anak.

Kasus tersebut berawal dari pertemanan Faisal dengan komunitas Rusia di Facebook bernama Vika.

Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.

Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, terdakwa Faisal mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang.

‎Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici dan Ismi. Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung.

Setelah video itu jadi, tersangka Faisal mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram. Dia dibayar pertama Rp6 juta, Rp8 juta, dan Rp16 juta. Jadi total Rp31 juta.

(rmoljabar/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …