Mencekam… Dihadang Warga Tamansari, Satpol PP Gagal Eksekusi

Warga melintas di samping pesan protes bergambar di Kawasan Tamansari, Kota Bandung. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan warga sekitar terkait rencana proyek pembangunan rumah deret.

Warga melintas di samping pesan protes bergambar di Kawasan Tamansari, Kota Bandung. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan warga sekitar terkait rencana proyek pembangunan rumah deret.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Suasana mencekam terjadi di kawasan Tamansari, RW 11, Kota Bandung. Sejumlah warga dengan peralatan alakadarnya sudah siap menghalau kedatangan Satpol PP Kota Bandung. Ya’, hari itu direncanakan akan terjadi penggusuran untuk proyek pembangunan rumah deret,” Senin (27/8/2018).


Awal Agustus lalu, warga Tamansari yang tetap bertahan mendapat Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 3 sampai 20 Agustus 2018 untuk meninggalkan rumahnya. Namun SP itu tidak digubris, wargapun enggan pergi dari rumah yang sudah ditempati lebih dari 30 tahun itu.

Tidak adanya respon dari SP 1 hingga SP 3, SP 3 Satpol PP Kota Bandung berencana melakukan penggusuran terhadap empat kepala keluarga yang masih bertahan. Namun, rencana ekseskusi itu batal seiring dengan informasi bahwa warga sudah siap untuk menghadang kedatangan Satpol PP.

Perwakilan warga RW 11 Tamansari Eva Eryani menilai, pemberian SP kepada warga yang menolak diibaratkan sebagai sebuah teror. Pemkot Bandung dianggap ingin mempermaikan warga dan seakan tidak memiliki hati nurani.

“Kami seperti diancam. Bila terus seperti ini, siapa yang akan melindungi kami. Aparat dan pemerintah sebenarnya berada dipihak siapa, seolah-olah mereka itu preman yang datang seenaknya,” keluh Eva saat di temui di rumahnya.

Eva meminta Pemkot Bandung mengkaji isi Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. Eva menyebut, dalam Undang-undang itu warga yang menempati dan tinggal di tanah atau lahan lebih dari 10 tahun berhak memiliki tanah dan bangunan tersebut.

“Kami disini mendapatkan KTP dengan alamat RT/RW, kelurahan, dan kecamatan disini. Itu dari mana asalnya kalau bukan dari pemerintah. Kami disini sipil, tidak mempunyai kekuatan apapun,” ucapnya.

Seharusnya, kata Eva, Pemkot Bandung bisa memberikan hak ketenangan kepada warganya dengan cara tetap bersabar menunggu hasil putusan gugatan di PTUN. Sebab, hingga hari ini belum ada ingkrah dari hasil gugatan tersebut.

“Dampak dari konflik ini telah meneror kebebasan kehidupan kami, termasuk anak-anak yang tidak mau bersekolah karena merasa terancam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Dadang Iriana menyebut, batalnya eksekusi lantaran warga sudah bersiap menghalau dengan persiapan peralatan seperti balok dan batu.

Loading...

loading...

Feeds

Bandung Barat “Caang”

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Setidaknya 60 anggota Karang Taruna Kabupaten Bandung Barat dari tiga kecamatan diberikan pelatihan membuat lampu bohlam hemat …

Eyang Anom Dipenjara 15 Tahun

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Supriadi alias Eyang Anom (50) harus menjalani hukuman penjara kurang lebih 15 tahun. Dukun cabul itu melakukan …

Siap Kerja Keras untuk Tim

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang kick-off Liga 1 2020, kapten Persib Bandung, Supardi Nasir Bujang menyampaikan harapannya bersama Pangeran Biru. Selain …

Bupati Ajak Petani Tanam Sabuk Gunung

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mensosialisasikan Instruksi Bupati (Inbup) nomor 1 tahun 2020 tentang Pola Tanam Perlindungan dan …

18 Anggota Dapatkan Penghargaan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG– Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Polres Subang yang berprestasi pada apel pagi di …

Warga Ngungsi ke Kolong Jembatan

 POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Ribuan rumah di wilayah Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang terendam banjir. Akibatnya, warga sekitar terpaksa meninggalkan rumah mereka. …

Siapkan 300 Relawan Cegah Kedaruratan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi siagakan relawan kedaruratan. Jumlah Relawan Rawat Layad sebanyak 300 orang. Nantinya seluruh …