Wawalkot Bandung Terpilih Imbau Warga Jangan Demo Jika Ada Aspirasi

Wakil Walikota Bandung terpilih, Yana Mulyana memberikan smabutan pada tabligh akbar FKPPI.  Foto: Nur Fidhiah Shabrina/Pojokbandung

Wakil Walikota Bandung terpilih, Yana Mulyana memberikan smabutan pada tabligh akbar FKPPI. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Walikota Bandung terpilih, Yana Mulyana, meminta kepada masyarakat Bandung agar tetap mempertahankan kondusifitas dan keamanan kota apalagi memasuki tahun politik 2019.


Pada masa kepemimpinannya nanti mendampingi Walikota terpilih, Oded M Daniel, ia akan meningkatkan silaturahmi dan komunikasi dengan warganya sebagai salah satu bentuk komitmen dirinya menjabat

Yana berkeyakinan segala macam masalah timbul dari kurangnya komunikasi dan silaturahmi. Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat apabila menyampaikan aspirasi tidak perlu dengan melakukan demo atau unjuk rasa.

“Kuncinya adalah silaturahmi dan komunikasi. Kedepan saya minta kepada teman-teman jangan ada yang demo, kalau ada masalah kita kumpul seperti ini, lakukan musyawarah,” ujarnya saat memberi sambutan pada kegiatan Tabligh Akbar FKPPI Kecamatan Sumur Bandung, di Jalan Lombok, Jum’at (24/8/2018).

Kota Bandung yang aman dan nyaman, pada kepemimpinan Oded-Yana nanti akan lebih baik lagi dengan program kerja unggulan yang akan langsung di realisasikan selepas dilantik menjadi Wali Kota Bandung periode 2018-2023.

Salah satu program yang akan dilakukan adalah setiap tiga bulan sekali mengunjungi RW-RW yang ada di Kota Bandung untuk diberikan edukasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, setiap enam bulan sekali pasangan Oded-Yana mendatangi RT-RT yang juga sama tujuannya mendengarkan keluhan warga Bandung.

“Kedepannya saya berkomitmen, setiap tiga bulan sekali mengunjungi RW-RW, disana saya bersilaturahmi, memberikan edukasi, dan pastinya mendengarkan keluhan warga. Dari ribuan RW di Kota Bandung, target saya dalam setahun 350 RW terkunjungi dan masalah di wilayahnya selesai,” katanya.

Pemilik salah satu radio di Kota Bandung ini paham setiap wilayah pasti memiliki masalahnya masing-masing, oleh karena itu ia akan terus mendengarkan aspirasi warga dan bermusyawarah sebagai jalan keluar dari permasalahannya. Sehingga terjadinya demo atau unjuk rasa bisa terminimalisir pada kepemimpinannya.

“Karena tidak memungkinkan, pimpinan kota bertemu langsung dengan jutaan warga Bandung, lebih efektif dengan kewilayahannya yaitu RT dan RW setempat,” pungkasnya.

(fid/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

mahasiswa

Indeks Pembangunan Pemuda Lebih Penting

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Jawa Barat ikut merespons soal revitalisasi Gedung Pakuan yang menjadi rumah dinas …
ROLLER

Tekan Laka dengan Roller Barrier

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan di beberapa titik jalan Jawa Barat sudah terpasang roller barrier atau pembatas …

Facebook Ganti Logo WhatsApp

Setelah pengumuman logo baru Facebook, Inc. perusahaan yang berpusat di California ini  melanjutkan dengan mengubah logo dari aplikasi perpesanannya, WhatsApp.