Dianggap Tak Layak, Halte Trans Metro Bandung Perlu Peremajan


RUSAK: Warga tertidur di dalam salah satu shalter TMB berbentuk kapsul koridor empat yang rusak tidak terawat dan berbau tidak sedap  di Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat (24/8). Selain tidak memberikan kenyamanan, terbengkalaynya shalter tersebut rawan difungsikan untuk kegiatan negatif.

RUSAK: Warga tertidur di dalam salah satu shalter TMB berbentuk kapsul koridor empat yang rusak tidak terawat dan berbau tidak sedap di Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat (24/8). Selain tidak memberikan kenyamanan, terbengkalaynya shalter tersebut rawan difungsikan untuk kegiatan negatif.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penggunaan transportasi umum seperti Trans Metro Bandung (TMB) selayaknya menjadi alternatif dikalangan masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Sudah sepantasnya juga dalam memberikan fasilitas transportasi umum seperti halte harus membuat nyaman para penumpang.


Namun hal itu tidak terlihat di Halte TMB Jalan BKR, Kota Bandung. Salah satu penumpang Trans Metro Bandung Jalan BKR, Faisal mengatakan, keadaan halte bisa di bilang sudah tidak layak dan perlu peremajaan, mengingat Halte merupakan fasilitas yang penting untuk para penumpang menunggu bus datang.

Faisal menjelaskan, seharusnya halte bisa menjadi fasilitas ternyaman ketika menunggu, disamping itu halte juga harus menyediakan beberapa fasilitas penunjang seperti untuk ibu hamil dan penyandang disabilitas dalam menunggu giliran bus.

“Halte kan tepat singgah, tempat singgah kan harus mementingkan semua kebutuhan penumpang ya meski tidak maksimal, minimal ada,”katanya di Jalan BKR, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/8/2018).

Lanjut Faisal, halte BKR terlihat kumuh dan beberapa kaca sudah pecah, dengan penumpang yang setiap hari memadati kursi duduk bus seharusnya pemerintah melihat hal itu dan benar-benar menjadi perhatian.

“Jangan sampai penumpang banyak hingga akhirnya acuh terhadap fasilitas halte dan keadan halte yang rusak,” Sambungnya.

Ditempat sama, Rijaldi juga berkomentar, halte tersebut memang terlihat tidak terawat, sealin kaca yang pecah, bau tak sedap pun menyengat dalam halte, tak jarang beberapa penumpang lebih memilih menunggu di luar halte.

“Daripada menunggu di dalam mending diluar, baunya tidak enak di dalam itu, aneh,” jelasnya.

Rijaldi mengatakan, pemerintah sehariusnya bisa memberikan sentuhan khusu agar tidak terlihat kumuh dan di manfaatkan beberapa oknum tidak bertanggung jawab memanfatkan halte tersebut untuk berbuat hal yang tidak-tidak.

Rijaldi menyarankan, selain keadan halte yang bera di Jalan BKR, beberapa di tempat lain pun harus dilakukan peremajan agar penumpang bisa menempati dengan sebagaimana mestinya, mengingat itu merupakan fasikitas umum di salah satu perkotan atau daerah.

“Halte itu cerminan kota juga ya, jangan sampai tercemar gara-gara halte tidak terawat,”pungkasnya.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …