Dedy: Saya Ikhlas Iuran JKN-KIS Setiap Bulan untuk Membiayai Peserta JKN-KIS yang Sakit

Dedy Setyawan warga Purba Endah, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Foto:Istimewa

Dedy Setyawan warga Purba Endah, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Foto:Istimewa

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Prinsip gotong royong yang dianut oleh BPJS Kesehatan bertujuan agar peserta yang sehat membantu peserta yang sakit melalui iuran yang dibayarkan setiap bulannya.

Dedy Setyawan (39) Warga Purba Endah, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi merupakan salah satu dari jutaan pahlawan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang patuh membayar iuran BPJS Kesehatan.

Terdaftar sejak Agustus 2016, Dedy rela menyisihkan uangnya untuk membayar iuran rutin perbulannya mengikuti program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan.

Dedy yang kesehariannya adalah seorang konsultan ini sadar akan pentingnya kesehatan sehingga ia tertarik untuk menjadi Peserta JKN-KIS.

Ia mengaku senang jadi peserta JKN-KIS yang aktif, meskipun ia dan keluarganya belum pernah sekalipun menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat. Menurutnya program ini sangat baik, sebab dalam program JKN-KIS mengajarkan masyarakat untuk saling tolong-menolong dan gotong royong dalam membantu orang-orang yang mengalami sakit dan tidak mempunyai biaya untuk berobat.

Yang sehat membantu yang sakit, yang kaya membantu yang miskin. Dirinya mengatakan bahwa iuran yang ia bayarkan setiap bulannya biarlah untuk dapat digunakan membayarkan biaya pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS yang lain.

“Dengan jadi peserta aktif JKN-KIS yang sehat, saya senang bisa menolong orang-orang yang sakit, terlebih orang sakit itu tidak memiliki biaya. Saya justru sangat bersyukur Alhamdulillah bahwa saya dan keluarga tidak pernah sakit dan malah melalui iuran yang saya bayarkan, saya bisa sedikit menolong peserta JKN-KIS yang sedang sakit. Dan itu pahala yang besar, ketika apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang sakit dan membutuhkan biaya untuk berobat. Saya juga lebih memilih membayar iuran saja setiap bulan daripada saya yang harus sakit dan dibantu oleh peserta JKN-KIS lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini ia tidak pernah menggunakan kartu JKN-KIS nya karena memang tidak pernah sakit.

Untuk menjaga kesehatannya ia selalu menerapkan pola hidup sehat dengan berusaha berolahraga dengan rutin dan mengkonsumsi makanan minuman yang cukup gizi.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS, selain untuk berjaga-jaga ketika sakit sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya setidaknya masyarakat patuh terhadap peraturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah agar mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.

“Jika hanya mengandalkan peserta yang sakit untuk membayar, maka mungkin iuran itu tidak cukup untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta yang sakit. Untuk itu peserta yang sehat juga harus tetap rutin membayarkan iuran,” tutup Dedy.

(ymi/pojokbandung)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …