Deni Ardiansyah : Nurhasan dan Neng Cucu Tak Miliki Etika!

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – DPC Partai Hanura Kota Cimahi melalui sekretarisnya, Deni Ardiansyah, mengatakan jika Nurhasan dan Neng Cucu, dua kadernya yang berstatus anggota DPRD Kota Cimahi tak memiliki etika.


Hal tersebut membuat pihaknya geram lantaran kedua kadernya itu sebetulnya sudah angkat kaki dari Partai Hanura dan menyeberang ke PPP Kota Cimahi untuk menghadapi Pileg 2019 mendatang.

“Saat ini, mereka masih aktif sebagai anggota legislatif di Kota Cimahi. Mereka juga kedapatan masih menjalankan reses. Otomatis Nurhasan dan Neng Cucu masih menerima haknya sebagai wakil rakyat,” kata Deni saat dihubungi, Jumat (24/8/2018).

Secara etika, kata Deni, baik Nurhasan dan Neng Cucu, seharusnya mundur juga dari keanggotaaannya di DPRD Kota Cimahi. Hal tersebut lantaran keduanya sudah pindah daru partai mereka bernaung saat Pileg 2015 lalu.

“Mereka harusnya mundur dan ‘legowo’, karena itu sudah konsekuensinya kalau pindah partai. Tapi anehnya mereka tidak malu masih wara-wiri sebagai anggota DPRD Cimahi,” tuturnya.

Sebelumnya, lanjut Deni, pihaknya melalui Ketua Fraksi Partai Hanura Kota Cimahi, Kanda Kurniawan, sudah mengintruksikan untuk melarang Nurhasan dan Neng Cucu melaksanakan kegiatan yang mengatasnamakan Partai Hanura, termasuk pansus, kunjungan kerja, dan kegiatan lainnya.

“Otomatis haknya sebagai AKD (alat kelengkapan dewan) harus dicabut. Masa sudah pindah partai masih dapat hak-hak sebagai anggota dewan,” terangnya.

DPC Partai Hanura Kota Cimahi mengaku sudah mengajukan pergantian Purna Antar Waktu (PAW) terhadap dua Anggota DPRD Kota Cimahi Nurhasan dan Neng Cucu.

Saat ini, PAW Nurhasan dan Neng Cucu tengah dalam proses. Sedangkan surat pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA) masih menunggu instruksi dari DPP Partai Hanura.

“Pada tanggal 17 Agustus 2018 DPC Partai Hanura Kota Cimahi sudah membuat surat PAW kepada Ketua DPRD Kota Cimahi,” katanya.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan, mengakui pengajuan PAW Nurhasan dan Neng Cucu sudah diterimanya. Saat ini, sedang diproses Sekretariat Dewan (Setwan) Kota Cimahi.

“Jadi pengajuan PAW-nya sudah diusulkan ke kami dan sedang dalam tahapan administrasi. Kami sudah mendisposisi kepada Setwan agar menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata pria yang akrab disapa Agun itu.

Biasanya, kata dia, proses PAW paling cepat itu hingga dua bulan. Sebab, pengajuan PAW harus ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Cimahi.

“Paling cepat sampai ke Gubernur 14 hari, ke Pemkot Cimahi 14 hari, kemudian di KPU. Bisa sampai 2 bulan,” tandasnya.

(Cr1/pojokbandung)

 

 

Loading...

loading...

Feeds

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …