BPJS Kesehatan Cimahi Berikan Pembekalan untuk Kader JKN Baru

Pembekalan Kader JKN baru. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Bina Handayani, Kamis (23/08/2018). Foto:Istimewa

Pembekalan Kader JKN baru. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Bina Handayani, Kamis (23/08/2018). Foto:Istimewa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT – Salah satu strategi untuk mencapai cakupan semesta 2019 adalah meningkatkan kolektabilitas iuran, serta melakukan sosialisasi Program JKN-KIS secara masif kepada masyarakat. Yaitu melibatkan masyarakat melalui Program Kader JKN.

Tingkat kepesertaan, pemahaman program JKN-KIS, serta kolektabilitas yang masih tergolong rendah pada sektor Peserta Bukan Penerima Upah menjadi kendala tersendiri bagi BPJS Kesehatan. Kader JKN hadir sebagai upaya untuk mengatasi persoalan tersebut.

Oleh sebab itu, pembekalan yang baik diperlukan agar Kader JKN sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan pemahaman tentang program JKN-KIS sehingga dengan sendirinya kesadaran akan pendaftaran dan kewajiban untuk membayar iuran akan tumbuh pada masyarakat.

Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Cimahi memberikan pembekalan Kader JKN baru. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Bina Handayani, Kamis (23/08/2018).

Bina bersama seluruh Kepala Bidang yang secara bergantian pun memberikan materi pembekalan awal kepada tambahan 33 Kader JKN baru wilayah kerja Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Sebelumnya sudah ada 15 Kader JKN yang telah direkrut yang merupakan masyarakat setempat yang dipilih berdasarkan proses seleksi.

“Tugas utama dari Kader JKN adalah sebagai pengingat iuran, pengumpul iuran, pemasaran sosial, pendaftaran peserta baru BPJS Kesehatan, pemberi informasi dan sosialisasi seputar program JKN. Dari ke 33 Kader JKN baru ini telah dilakukan proses seleksi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dan akan segera diterjunkan ke lapangan untuk mulai bertugas per September 2018,” jelas Bina.

Dia menjelaskan keberlangsungan program JKN-KIS tidak hanya bergantung pada BPJS Kesehatan, melainkan melibatkan seluruh pihak termasuk Kader JKN.

Wilayah binaan Kader JKN yang menjangkau sampai ke kecamatan dan desa menjadi salah satu kekuatan tersendiri untuk meningkatkan kolektabilitas iuran dan cakupan kepesertaan program JKN-KIS.

Kader JKN adalah orang-orang yang menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk menjalankan sejumlah fungsi BPJS Kesehatan, antara lain fungsi pemasaran dan fungsi pengumpul iuran. Keberadaan Kader JKN pun diharapkan mampu mendorong masyarakat mendaftar menjadi peserta dan membayar iuran secara tepat waktu.

“Kader JKN harus membekali diri dengan informasi terbaru tentang program JKN-KIS sehingga mereka bisa memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,’’ tutup Bina.

(ymi/pojokbandung)

 

 

 

 

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …