Legislator Jadi Bandar Narkoba, Pengamat: Parpol Sudah Saatnya Berbenah

Pengamat Sosial-Politik dari Gerbang Informasi Pemerintahan (GIP) Eman Sulaeman Sahri. Foto:rmoljabar

Pengamat Sosial-Politik dari Gerbang Informasi Pemerintahan (GIP) Eman Sulaeman Sahri. Foto:rmoljabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Politisi asal Partai Nasdem di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatra Utara, Hasan Ibrahim, tertangkap BNN. Hasan Ibrahim diduga memperjualbelikan barang haram berupa sabu-sabu seberat 150 Kg.


Anggota DPRD itu, berhasil diciduk BNN kabupaten Langkat dan kini diamankan BNN Pusat bersama keenam orang lainnya. Ibrahim Hasan menambah deretan daftar hitam politisi tanah air yang terlibat kasus Narkoba.

Menurut Pengamat Sosial-Politik dari Gerbang Informasi Pemerintahan (GIP) Eman Sulaeman Sahri mengatakan, kasus narkoba yang menjerat sebagian elit politik bukan hal baru. Masyarakat, kata Ia, sepertinya tidak terlalu terkejut mendengar berita yang sangat kontras itu.

“Politisi yang tertangkap karena terlibat narkoba ataupun korupsi sudah cukup banyak,” kata Eman Sulaeman Sahri kepada RMOLJabar, Selasa (21/8/2018).

Hanya saja, lanjut Eman, dari sisi jumlah barang bukti, kasus Narkoba yang menjerat anggota DPRD Kabupaten Langkat ini, tergolong fantastis. 150 Kg sabu-sabu, hendak diselundupkan antar pulau menggunakan kapal.

Kasus ini, terangnya, tak hanya mencoreng nama baik legislatif, tetapi sudah termasuk tindakan berat dan sangat membahayakan.

“Dari sisi jumlah narkoba yang ditangkap oleh Ibrahim alias Hongkong anggota DPRD dan sekarang menjadi caleg ini, tergolong fantastis, karena melibatkan penyelundupan antar pulau menggunakan kapal,” ujar Eman.

Eman menjelaskan, dengan adanya kasus narkoba yang dilakukan kalangan elit politik, tentu menciderai alam demokrasi. Untuk itu, perlu paradigma baru tentang ongkos politik. Terlebih, menjelang pemilu 2019, karena masyarakat masih memandang belanja politik pada setiap perhelatan pemilu memerlukan budget yang cukup tinggi.

Akhirnya, kontestan memilih jalan pintas untuk mendapatkan ongkos politik secara cepat, salah satunya terjun memperjualbelikan barang haram (Narkoba).

“Memang cukup menjadi problem nasional, data yang diketahui oleh masyarakat bahwa misalnya masih dalam kategori politik, yaitu Politisi hasil pilkada ternyata 60% terkena masalah hukum. Ditengarai ini adalah efek dari ongkos politik yang mahal, sehingga jalan termudah untuk membiayainya itu dari korupsi atau malah bisnis narkoba yang mempunyai margin menggiurkan,” paparnya.

Upaya Yang Bisa Dilakukan

Dikatakan Eman, sejumlah kasus narkoba dilingkaran elit politik, hendaknya menjadi warning dari partai politik. Ada 2 upaya yang bisa dilakukan partai politik dalam menangani kasus narkoba.

Pertama, sejak rekrutmen caleg seharusnya jangan melulu pendekatan pragmatis asal punya uang, melainkan harus melalui tahap seleksi secara ketat, baik dari sisi kapabilitas maupun track record dari moralitasnya.

“Masih agak mendingan jika yang bergabung itu hanya para artis, mungkin hanya dipertanyakan kecakapannya saja. Kemungkinan, yang patut diwaspadai justru adalah adanya orang-orang yang secara moral telah cacat tapi punya banyak duit misalnya,” urainya.

Selanjutnya, yang kedua. Eman mengamati tingkah pola pengkaderan di parpol nampaknya tidak berjalan dengan baik. Kaderisasi hanya menjadi sebuah program yang tertuang dalam sehelai kertas dan dilaksanakan sebatas memenuhi kebutuhan organisasi. Tapi, tujuan utama pengkaderan itu sendiri tidak tercapai.

“Fungsi pengkaderan yang lebih diprioritaskan lagi agar menghasilkan kader-kader bermutu yang memahami visi dan ideologi partai,” tutur Eman.

Masih kata Eman, proses kaderisasi yang tidak menghasilkan kader-kader berkualitas ini, menjadi fenomenal dan banyak terjadi di sebagian parpol saat ini.

“Yang mudah disebutkan, misalnya, dari sekian Gubernur yang bagus, bahkan Presiden sekarang, itu bukan benar-benar kader partai. (Olehnya) sudah saatnya partai berbenah,” pungkasnya.

(yud/rmoljabar/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …