Perluas Cakupan Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Menggandeng Baznas

Baznas Provinsi Jawa Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci perkuat kerjasama perluasan peserta.

Baznas Provinsi Jawa Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci perkuat kerjasama perluasan peserta.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci, terus perluas jumlah cakupan kepesertaan. Setelah kerjasama dengan sejumlah instansi dan lembaga, kali ini menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat untuk ikut mendaftarkan menjadi peserta.


Komitmen cakupan kepesertaan itu dibubuhkan dengan penyerahan serifikat dan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suhedi kepada Ketua Baznas Jabar, KH. Arif Ramdani, M.H, Senin (20/8).

Seperti diketahui, terhitung 1 Juli 2018 Baznas telah mendaftarkan para pengurusnya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan mengikuti empat program sekaligus yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

KH Arif Ramdani mengatakan, mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selain sudah menjadi kewajiban sebagaimana yang tercantum pada Undang-undang. Selain itu, juga merupakan bentuk ikhtiar proteksi diri dari musibah yang bisa terjadi kapanpun.

“Ini bentuk ikhtiar kita agar ketika bekerja bisa merasa tenang dan aman. Tentu tidak ada seorangpun yang ingin terkena musibah. Selama kita bekerja, selama kita menjalankan tugas kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Oleh karena itu Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suhedi menambahkan, prorgam BPJS Ketenagakerjaan merupakan program negara yang bertujuan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dalam menghadapi resiko sosial ekonomi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak.

“Sangat penting mendaftarkan diri menjadi peserta. Setiap apa yang kita kerjakan tidak bisa kita ketahui kedepannya akan seperti apa, kita harus memiliki proteksi diri guna mencegah resiko hal-hal yang tidak dikehendaki,” jelasnya.

Apalagi, sambung Suhedi, jika seseorang yang sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan perlu juga pikirkan. Artinya, dengan tergabungnya para pengurus Baznas kedalam BPJS Ketenagakerjaan setidaknya sudah meminimalisir resiko-resiko yang akan terjadi selama bekerja.

“Ada jaminan ketika peserta terjadi musibah. BPJS Ketenagakerjaan bisa mengcover semua, mulai dari biaya pengobatan dan lainnya,” jelas Suhedi.

Suhedi juga sangat mengapresiasi dan menyambut baik hal yang telah dilakukan oleh Baznas Provinsi Jabar karena telah mendaftarkan para pengurusnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bukan hanya bentuk kepedulian kepada pekerja saja, tapi juga merupakan bentuk dukungan atas program pemerintah.

“Melalui serah terima sertifikat dan kartu peserta ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemberi kerja yang lain supaya dengan segera melindungi para pekerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds