Tergerus Pemukiman, Daerah Resapan di Kota Cimahi Semakin Berkurang

MENGERUK : Tim Kecebong DPKP melakukan pengerukan di Sungai Cimahi. (WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

MENGERUK : Tim Kecebong DPKP melakukan pengerukan di Sungai Cimahi. (WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pendangkalan sungai di sejumlah aliran sungai di Kota Cimahi setiap tahunnya semakin parah. akibatnya, sungai tak lagi mampu menampung debit air yang mengalir.


Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, empat aliran sungai yang melewati Cimahi, diantaranya Sungai Cilember, Sungai Cibeureum, Sungai Cimahi, dan Sungai Cisangkan.

Menurut Kepala DPKP Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana, keempat sungai utama di Cimahi itu, mengalami tiga masalah kronis, antara lain pendangkalan, penyempitan, dan pencemaran.

Pendangkalan disebabkan oleh semakin tergerusnya daerah resapan yang berganti dengan permukiman. Padahal pohon-pohon di daerah resapan akan menampung air hujan hingga 70 persen, sedangkan 30 persennya baru dialirkan ke sungai.

“Kalau sekarang justru terbalik, karena tidak ada pohon, resapan yang tersisa hanya menampung air 30 persen saja, mungkin juga kurang. Jadi mengalir ke sungai itu 70 persennya, sekaligus dengan sedimen. Dsri sedimen itulah, pendangkalan terjadi sekaligus. Dampaknya yang pasti adalah banjir,” kata Kuswandana.

Sedangkan masalah penyempitan badan sungai, lanjut dia, terjadi lantaran semakin banyak bangunan yang berdiri tanpa mengindahkan aturan yang dibuat pemerintah daerah. Dua masalah itu diperparah dengan pencemaran oleh aktivitas industri, khususnya di Cimahi bagian selatan.

“Pendangkalan dan penyempitan, perlu dinormalisasi sebagai upaya mengentaskan banjir di Cimahi, terutama banjir Melong. Di kawasan itu juga buruknya ditambah oleh pencemaran, jadi air itu berwarna hitam pekat, dan pasti berbahaya,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap rutin melakukan pengerukan sedimen sungai yang bercampur dengan sampah, terutama pada musim kemarau ini lantaran debit air sedikit menurun.

Pengerukan sedimen di sejumlah aliran sungai di Cimahi rutin dilakukan oleh tim kecebong. Namun hal tersebut tak berdampak banyak pada kondisi pendangkalan.

“Untuk pengerukan sedimen sendiri kami rutin lakukan, hanya saja tidak maksimal karena petugas kami, Tim Kecebong, terbatas anggotanya. Kami memaksimalkan 30 orang anggota untuk pengerukan sedimen di tiga kecamatan,” terangnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …