Tersangka Kasus Korupsi Bank Mandiri Resmi Dilimpahkan ke PN Kota Bandung

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung, Rudy Hirmawan. Foto: Azzis Zulkhairil/Radar Bandung/Pojokbandung

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung, Rudy Hirmawan. Foto: Azzis Zulkhairil/Radar Bandung/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Beberapa bulan lalu dunia perbankan Kota Bandung sempat dihebohkan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencurigai adanya kejanggalan terkait pengajuan kredit PT Tirta Amarta Bottling (TAB) di Bank Mandiri cabang Bandung dari Kasus tersebut negara dirugikan Rp 1,8 triliun.

Kasus yang menyeret tujuh orang tersangka itu baru empat orang yang saat ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negri (PN) Kota Bandung, diantaranya, Rony Tedy selaku pemilik PT Tirta Amarta Bottling (TAB) dan Juventius selaku head officer PT TAB dan untuk pihak Bank Mandiri, Surya Baruna Semenguk selaku Comercial Banking Manager Bank Mandiri Cabang Bandung dan Teguh Kartika Wibowo selaku Senior Credit Risk Manager Bank Mandiri Cabang Bandung sedangkan untuk dua pelaku lain masih dalam penyelidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung, Rudy Hirmawan menjelaskan, berkas perkaranya sudah kejari limpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung pada 6 Agustus dan itu untuk empat terdakwa. Sedangkan tiga lagi masih dalam proses.

“Ketiga tersebut yakni Frans Zandstra selaku Relationship Manager Bank Mandiri Cabang Bandung, Totok Suharto dan Poerwitono Poedji Wahjono yang juga dari Bank Mandiri,” ujar Rudy di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/8/2018).

Rudy mengatakan, kasus itu diawali saat Rony mengajukan kredit komersial pada Bank Mandiri dibantu stafnya, Juventius yang membuat laporan keuangan soal aset PT TAB tahun 2014. Laporan keuangan itu jadi salah satu syarat pengajuan kredit sebesar Rp 1,1 triliun yang disetujui oleh Frans Zandra, Surya Baruna dan Teguh Kartika Wibowo.

Namun dari laporan tersebut kata Rudy, dimanipulasi, padahal agunan yang dimiliki Rp 79 miliar.

Dengan laporan palsu itu, Rony mendapat pinjaman tidak sah sebesar Rp 1,1 triliun lebih. Setelah proses audit BPK RI, kerugian negara karena kredit itu mencapai Rp 1,8 miliar karena PT TAB tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit.

Penyidik kejaksaan menerapkan Pasal 2, 3 dan 9 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Pada kasus ini, penyidik juga menyita sejumlah aset milik Rony maupun Juventius berupa harta tak bergerak maupun harta bergerak. Namun, penyidik tidak menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Semua aset didapat dari hasil kejahatan. Untuk penerapan ke TPPU nanti pengembangan selanjutnya, dalam dakwaan tidak dimasukan,” kata Rudy.

Untuk diketahui,  hasil audit BPK menunjukkan PT Tirta Amarta Bottling telah mengajukan kredit ke Bank Mandiri Cabang Bandung senilai Rp1,47 triliun, dengan jaminan aset hanya Rp73 miliar.

Dana yang seharusnya untuk kepentingan Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja itu kemudian dipergunakan untuk keperluan lain. Akibatnya, bos Tirta Amarta Rony Tedy beserta tiga manajer Bank Mandiri Cabang Bandung ditangkap.

(azs/radar bandung/pojokbandung)

 

loading...

Feeds

Kapolri Puji Inovasi Bank Bjb

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang mempelopori inovasi pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor …