Pembangunan Underpass di Cimahi Belum Bisa Direalisasikan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Rencana pembangunan fisik underpass belum bisa direalisasikan. Bahkan, pihak terkait pun tidak bisa memastikan kapan pembangunan tersebut dilaksanakan. Hingga saat ini, infrastruktur yang di bangun untuk memberikan solusi kemacetan di Jalan Dustira – Sriwijaya itu, masih dalam proses perencanaan pembuatan Detail Engineering Design (DED).


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi Achmad Nuryana, mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya saat ini yakni,  sudah membuat perhitungan untuk pembangunan fisik underpass tersebut. Sementara anggarannya membutuhkan Rp50 miliar.

“Untuk realisasi pembangunan fisiknya, tak akan terealisasi dalam waktu dekat. Karena mesti menyelesaikan DED dulu,” ungkap Achmad.

Berdasarkan data dari lpse.cimahikota.go.id, status lelang DED underpass Jalan Dustira-Jalan Sriwijaya baru memasuki tahapan upload dokumen penawaran, dengan nilai HPS-nya mencapai Rp 1,11 miliar.

Mengingat pembangunan underpass yang nantinya akan melintasi perlintasan sebidang di Jalan Dustira, dia menyebutkan, tahun depan pun belum bisa dipastikan pembangunan fisik bisa dilaksanakan, walaupun proses DED selesai.

“Kami perlu mengurus izin kepada PT. KAI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sambil menyampaikan hasil DED yang sebelumnya dibuat. Komunikasi sudah dilakukan langsung oleh Walikota. Proses izinnya juga tidak sebentar, bukan sebulan atau dua bulan,” terangnya.

Selain soal perizinan, kendala yang akan menghambat adalah soal anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. Untuk kebutuhan anggaran, dia menyebutkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Cimahi.

Perihal anggaran pun, pihaknya akan menunggu hasil DED dan rekomendasi, seperti izin pembangunan dari Kemenhub dan PT KAI.

“Biayanya cukup besar. Kita lihat dengan TAPD apakah anggaran dimungkinkan tahun depan,” tuturnya.

Selain underpass Jalan Dustira sampai Jalan Sriwijaya, pihaknya juga mengaku sudah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto-Jalan Baros.

(Cr1).

Loading...

loading...

Feeds

Walikota Meninggal karena Covid-19

Kabar duka menyelimuti Kota Banjarbaru, setelah Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani meninggal dunia. Wali kota meninggal dunia pada …