Marak Jasa Kurban Online, Masyarakat Harus Lebih Waspada

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Seiring perkembangan jaman, saat ini banyak aplikasi yang menawarkan jasa patungan hewan kurban melalui aplikasi online. Menyikapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menjelaskan hal tersebut bisa sah dilakukan asal selama prinsip dan aturan agama tidak dilanggar.


Hal itu disampaikan Sekertaris Umum, MUI Jawa Barat, Rafani Akhyar saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan LL. RE. Martadinata, Kota Bandung, Selasa (14/8/2018).

“Pola berkurban menggunakan aplikasi itu selama masih dalam koridor yang benar tidak menjadi soal, yang menjadi soal jika tata cara dan prosesnya keluar dari aturan berlaku. Hukum patungan dan transaksi online hanya persoalan cara saja,” katanya.

Namun ia menegaskan bahwa warga yang menggunakan aplikasi harus benar-benar memantapkan hatinya. Dengan kata lain, pembayar kurban melalui aplikasi hendaknya mengecek terlebih dahulu keamanannya agar tidak terjebak dalam penipuan yang memanfatkan momen suci umat islam.

Begitu pula dengan penyedia aplikasi harus menjamin semua proses ritual harus sesuai dengan hukum agama yang berlaku sekaligus melampirkan bukti. Jika memang warga yang berkurban posisinya tidak memungkinkan melihat langsung proses penyembelihanya, maka diberikan poto penyembelihan sampai data pendistribusiannya.

“Seperti, orang yang kumpulkan uang kurban itu harus melihat prosesnya, kalau jauh harus yakin dulu itu dmana harus ada laporan. Penyedia aplikasi apa saja boleh asalkan harus hati-hati, jangan jadi ajang penipuan,”jelasnya.

Disamping itu, Rafani menambahkan, dalam ketentuan berkurban pada hukum sariah ketika hendak menyembelih kurban semisal se-ekor sapi, nama pembeli sapi tersebut harus disebutkan secara keseluruhan. Sebab tidak akan sah bila tidak disebutkan dan asal menyembelih.

“Semisal itu patungan atas nama tujuh orang, jadi ketujuh orang itu saat disembelih harus disebut namanya,” terangnya.

Terpisah, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung mengimbau petugas kurban agar tidak menggunakan kantong kresek berwarna saat menyalurkan daging kepada masyarakat. Ditakutkan terdapat zat berbahaya yang menempel pada daging apabila menggunakan yang berwarna.

“Karena daging itu bisa langsung menempel di keresek, kalau berwarna itu jelas daur ulang. Jadi sudah ada himbauan juga dari BPOM mengenai penggunaan kantong keresek berwarna yang mengandung zat karsiogenik,” ucap Kepala Dispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah, di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Selasa (14/8/2018).

Ia menyarankan agar sebelum di masukan kedalam keresek, daging kurban tersebut dibungkus terlebih dahulu menggunakan daun pisang, agar tidak langsung menyentuh keresek. Pengurus DKM masjid pun diingatkan untuk membeli hewan kurban yang sudah terpasang kalung sehat tahun 2018.

Loading...

loading...

Feeds