Rafani Akhyar : Sertifikasi Mubalig Perlu Libatkan Pihak Lain

Sekum MUI Jawa Barat, Rafani Akhyar. Foto:Azis Zulkhairi/Pojokbandung.com

Sekum MUI Jawa Barat, Rafani Akhyar. Foto:Azis Zulkhairi/Pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Akhir-akhir ini publik sering mendengarkan beberapa ceramah dari ustad-ustad yang kerap muncul di media sosial, tak jarang diantaranya sering salah tafsir, seperti Evie Effendi yang baru-baru ini berurusan dengan Majelis Ulama Indonesia terkait videonya yang mengatakan kanjeng nabi Muhammad SAW sesat. Oleh sebab itu adanya sertifikasi sangat penting untuk para pendakwah milenial.


Sekertaris Umum (Sekum) MUI Jawa Barat, Rafani Akhyar mengatakan, masalah sertifikasi itu memang pernah mencuat beberapa waktu lalu, mengingat waktu itu banyak mubalig yang tampil di media televisi yang kelihatan baik tafakuh fidinnya kemudian ahlaknya banyak yang tidak sesuai dengan profesi mubalig.

Rafani mengatakan, dalam menghadapi hal itu, sertifikasi mubalig tidak bisa dilakukan hanya MUI sendiri nanun perlu melibatkan pihak lain. Seperti Kementrian Agama (Kemenag) kemudian organisasi masyarakat (Ormas) Islam bahkan mungkin juga akademisi untuk mengkaji.

“Jadi MUI tidak bisa putuskan sesuatu dari MUI sendiri, sama dengan sidang fatwa dan iztima ulama. iztima ulama tidak sekedar pengurus MUI tapi kita hadirkan ulama dari berbagai kalangan,”ujarnya pada Pojokbandung.com, saat dihubungi, Senin (13/8/2018).

Lanjut Rafani, sertifikasi sendiri bagus dan MUI tidak menolak mubalig sekarang, mengingat mubalig saat ini juga yang perlu MUI sempurnakan akan di spurnakan yang perlu diperbaiki dan ditinggkatkan kualitasnya. Sehingga terhadap gagasan itu MUI Jawa Barat sangat setuju namun sampai saat ini banyak ditataran teknis pelaksanaan sampai saat ini masih menunggu kabar MUI pusat.

“Saat ini Belum bisa karena harus libatkan Instanai pemerintah, ormas Islam dan para pakar,”sambungnya.

Rafani mempertanyakan terkait pernyataan Kemenag ketika membuat keputusan penerbitan 200 mubalig yang disertifikasi, menurut Rafani, 200 mubalig itu prosesnya seperti apa berbeda dengan apa yang dimaksudkan MUI, bukan berarti Kemenag bisa tunjuk langsung. Namun harus ada beberapa proses yang di lewati.

“Hal itu harus melalui proses penyaringan pendidikan, sehingga kalau itu dikatakan sertifikasi bisa dipertangfung jawabkan,”

Sampai saat ini kata Rafani, MUI Jawa Barat masih menunggu keputusan pusat terkait kelangsungan sertifikasi sertifikat untuk mubalig se-Indonesia.

(azs/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …