Tingkatkan Pemahaman Melalui Desa Sadar Perlindungan Jaminan Sosial

PERESMIAN: BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menandatangani MoU peresmian Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Senin (13/8/2018).

PERESMIAN: BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menandatangani MoU peresmian Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Senin (13/8/2018).

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Ketua Dewan Pengawas, BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono bersama Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami, meresmikan Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kegiatan tingkat wilayah itu dilaksanakan di kantor Bupati Sukabumi, yang dihadiri oleh Muspika dan warga setempat, Senin (13/8/2018).


Hadir dalam kegiatan peresmian itu Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat,
Kuswahyudi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan gerakan sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang berbasis desa. Program itu, kata Kuswahyudi, merupakan inovasi BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga khususnya pekerja disetiap desa.

“Inovasi ini terus kami kembangan untuk memberi pemahaman kepada semua lapisan masyarakat betapa pentingnya BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Kuswahyudi disela-sela kegiatan.

Kuswahyudi juga menyebut, inovasi program
Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bekerjasama dengan pemerintah desa atau bupati setempat. Tujuannya, agar sosialisasi dan edukasi bisa tersampaikan dengan baik.

“Pastinya, kami bekerjasama dengan pemerintahan setempat. Kami ingin inovasi ini bisa dirasakan semua masyarakat agar sadar dan memahami manfaat serta mendaftar menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Di Jawa Barat sendiri, lanjut Kuswahyudi, dari semua angkatan kerja baik di sektor formal maupun informal (Bukan Penerima Upah) tercatat sekitar 14.127.391 atau 63 persen pekerja yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Terutama dari sektor informal seperti petani, pedagang, nelayan, pengemudi dan lainnya yang sebenarnya mereka rentan terhadap resiko sosial ketenagakerjaan. Kami harap mereka (yang belum) segera mendaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama dihadapan para Camat dan Kepala Desa, Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami mengapresiasi dan menyambut baik dengan dipilihnya Desa Loji sebagai salah satu Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Kami apresiasi. Semoga desa–desa lainnya di Sukabumi bisa aktif mensosiliasasikan program yang baik ini bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds