Ratusan Ribu Anak di Kabupaten Bandung Barat Belum Miliki KIA

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 400 ribu anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum memiliki kartu identitas anak (KIA). Padahal KIA ini sudah diluncurkan Pemkab Bandung Barat sejak tahun 2017 lalu.


Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) KBB, Wahyu Diguna mengatakan banyak anak yang menjadi sasaran kartu identitas anak hingga kini belum memilikinya. Hal ini disebabkan berbagai hal, di antaranya keterbatasan blangko serta personel di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

“KIA ini penting bagi anak sebagai identitas mereka hingga usia sekolah. Tapi masih banyak anak yang belum menerima KIA,” kata Wahyu saat dihubungi, Jumat (10/8/2018).

Dia menambahkan, KIA di Bandung Barat sudah diluncurkan sejak 2017, lebih dulu dari daerah tetangga. KIA ini bisa berfungsi layaknya KTP, seperti di antaranya untuk pendidikan, keimigrasian, kesehatan, dll.

“Selain itu, penerbitan KIA ini juga untuk mendukung Bandung Barat sebagai kabupaten layak anak. Sebab, KIA ini salah satu wujud ketertiban dalam administrasi kependudukan,” ujarnya.

Ia menargetkan anak wajib KIA di Bandung Barat yaitu sekitar 500.000 anak, namun hingga kini baru tercapai sekitar 10.000 anak. Target KIA ini merupakan anak-anak usia 0-16 tahun.

“Tahun lalu, memang blangko yang dikirim pusat hanya 10.000 keping dan itu sudah habis dicetak. Tahun ini, ada sekitar 20.000 keping yang dalam sedang dalam proses pencetakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan respons masyarakat dalam membuat KIA sebenarnya cukup tinggi. Namun saat ini, pencetakan KIA terkendala personel lantaran baru-baru ini operatornya meninggal dunia.

“Operator baru akan segera bertugas untuk kembali menormalkan pelayanan pembuatan KIA,” ucapnya.

Wahyu mengungkapkan, proses pembuatan KIA bisa ditunggu dalam sehari, syaratnya, hanya membawa Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran anak. Bagi anak usia 5 tahun ke atas, harus menyertakan foto, sedangkan di bawah 5 tahun tidak perlu menyertakannya.

“Sebab untuk anak usia di bawah lima tahun, di kartu identitas anak -nya nanti juga tidak disertakan foto. Sementara anak di atas 5 tahun, akan disertakan foto,” pungkasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …