Ikuti Kemajuan Teknologi, Koperasi dan UMKM Sudah Saatnya Naik Kelas

MENINJAU: Pj Gubernur Jabar Mochamad Iriawan meninjau salah satu stand Cooperative Fair 2018 dengan tema “Digitalisasi dan Modernisasi UMKM” di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (10/8). Cooperative Fair merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia yang akan berlangsung hingga 12 Agustus.

MENINJAU: Pj Gubernur Jabar Mochamad Iriawan meninjau salah satu stand Cooperative Fair 2018 dengan tema “Digitalisasi dan Modernisasi UMKM” di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (10/8). Cooperative Fair merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia yang akan berlangsung hingga 12 Agustus.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) perlu terus didorong untuk menguasai teknologi informasi atau komunikasi guna semakin memberdayakan produk yang dipasarkan.


“Bukan apa-apa, karena semua serba cepat, serba mudah. Hanya berbekal teknologi dari handphone, dunia sudah dikuasai,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UK Jabar H. Dudi Sudradjat Abdurachim di sela-sela Cooperative Fair 2018 di Bandung, Jumat (10/8).

Untuk itu, katanya, tak ada pilihan lain bagi pelaku KUMKM kecuali harus menguasai dan memanfaatkan penggunaan TIK secara maksimal. Langkah itu, sebutnya, bakal memudahkan KUKM dalam memamerkan produk, promosi dan pemasaran produk kreatif unggulannya serta sekaligus menciptakan jaringan pemasaran yang luas.

“Kegiatan ini pula sejalan dengan program pemerintah yakni UMKM go online. Jadi para pelaku KUMKM harus melek TIK dan memanfaatkan TIK untuk meningkatkan pemasaran produknya,” katanya.

Dorongan serupa dilontarkan pula Penjabat Gubernur Jabar, M Iriawan yang juga mengharapkan perubahan zaman itu bisa diikuti secara responsif.

“Zamannya sudah bergeser, karena makanan Cilok saja sudah dijajakan secara online, jadi UMKM harus menyesuaikan karena kalau tidak mereka akan tergerus,” tandasnya di tempat yang sama.

Dalam kaitan itu, pihaknya mengaku akan meminta dinas terkait untuk secara massif melakukan pelatihan dalam upaya penguasaan teknologi tersebut sehingga UMKM bisa mengoptimalkan potensinya.

“Secara produk saya yakin mereka bisa bersaing, harga juga bersaing karena tak kena sewa toko, retribusi, tinggal sejauh mana mereka akan memanfaatkannya, jangan sampai gaptek,” jelas Iriawan.

(job 4/pra)

 

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Pemprov Alokasikan Perbaikan 150 Rumah Rusak

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kerusakan rumah warga akibat bencana banjir di Kabupaten Bekasi mulai diinventarisasi agar bisa segera diperbaiki. Pemerintah Daerah …