Pembelaan Penganiaya Ustad Prawoto Ditolak JPU

Terdakwa Asep Maftuh menjalani persidangan dengan agenda putusan. Foto:Riana Setiawan/Pojokbandung

Terdakwa Asep Maftuh menjalani persidangan dengan agenda putusan. Foto:Riana Setiawan/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kasus penganiyaya Komandan Brigade Persis dengan terdakwa, Asep Maftuh, belum juga menemui titik terang, Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat mulai geram dan menggelar aksi masa di depan Pengadilan Negri (PN) Kota Bandung, Jalan R.E Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/8/2018).

Massa dari Hima Persis saat berorasi di halaman Pengadilan Negeri Bandung, di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Kamis (9/8/2018). Foto:Riana Setiawan/Pojokbandung

Dalam Aksi tersebut, mereka mendesak majelis hakim memberikan hukuman yang berat kepada terdakwa kasus penganiyaya ustad R Prawoto. Massa Persis berorasi silih berganti dengan mebawa spanduk dengan bertuliskan Mendorong Majelis Hakim Agar Bertindak Adil dan Tegas.

Sedangkan dalam ruang sidang, jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandung, Edi menolak, seluruh pembelaan yang disampaikan terdakwa Asep Maftuh oleh kuasa hukum. Edi tetap bersikukuh pada tuntutan awalnya yang meminta hakim menghukum terdakwa dengan hukuman 6,5 tahun penjara.

“Melihat dan memperhatikan materi pokok pembacaan pembelaan yang diajukan penasehat hukum terdakwa, intinya kami menolak semua itu. Kami tetap pada tuntutan,” kata Edi usai sidang.

Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Asep Maftuh dengan hukuman 6,5 tahun penjara. JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia sebagaimana diatur dalam dakwaan kedua pasal 351 ayat 3 KUHP.

Sementara sidang pun masih akan berlanjut pekan depan dengan agenda tanggapan dari kuasa hukum terdakwa.

Untuk diketahui, Asep Maftuh pada Kamis, 1 Februari 2018 pukul 07.00 WIB dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan cara memukul kepala dan tubuh korban menggunakan pipa besi. Peristiwa itu terjadi di Blok Sawah, Kel. Cigondewah, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung. Pemukulan dipicu marahnya terdakwa kepada korban yang mengurus tanah tempatnya tinggal.

Terdakwa merasa tidak terima dengan sikap korban dan melempari rumah korban dengan tanah kemudian ditegur oleh korban.

Tak hanya itu, terdakwa yang sudah membawa batang pipa besi langsung memukulkannya ke dinding rumah korban. Melihat itu, korban langsung keluar dan lari. Namun langsung dikejar oleh terdakwa sambil membawa pipa besi.

Korban kemudian jatuh di pinggir warung dengan posisi terduduk menyandar tembok. Terdakwa langsung menghantamkan pipa besi ke kepala dan wajah korban namun sempat ditangkis.

Terdakwa terus memukul ke arah kening dan kepala korban sehingga mengalami luka sobek dan terbuka di beberapa bagian, termasuk tangan kanan.

Sempat dilarikan ke rumah sakit, korban mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 16.00 WIB.

(azs/pojokbandung)

 

 

loading...

Feeds