Kejar Leading And Outstanding University di 2020, UPI Sudah Kukuhkan 110 Guru Besar

PENGUKUHAN: Sebanyak empat profesor dikukuhkan menjadi Guru Besar di lingkungan UPI, Selasa (7/8/2018).

PENGUKUHAN: Sebanyak empat profesor dikukuhkan menjadi Guru Besar di lingkungan UPI, Selasa (7/8/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kukuhkan empat profesor menjadi Guru Besar. Prosesi Pengukuhan Guru Besar di lingkungan UPI itu dilaksanakan di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (7/8/2018).


Keempat profesor yang dikukuhkan menjadi Guru Besar ialah, Yudha Munajat Saputra dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Keolahragaan.
Didin Saripudin sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan. Herman Subarjah sebagi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Olahraga. Kemudian, Abas Asyafah sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam.

Pengukuhan Guru Besar bagi tiga profesor UPI tersebut, diputuskan melalui Surat Keputusan (SK) Menristek Dikti yang dibacakan Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Keuangan dan Administrasi UPI, Edi Suryadi. Sedangkan, Yudha Munajat Saputra sendiri dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Keolahragaan berdasarkan SK Menristek Dikti Nomor ‎101233/A2.3/KP/2016 tanggal 29 Desember 2016.

Kepala Biro Kepegawaian UPI, Sahroni mengatakan, UPI terus meningkatkan kualitas untuk mengejar visi sebagai Leading and Outstanding University di 2020. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah Guru Besar minimal 10 persen dari jumlah dosen.

“Minimal kami memiliki 130 Guru Besar. Sedangkan saat ini kami baru punya 110 Guru Besar. Jumlah tersebut termasuk empat orang yang dikukuhkan sebagai guru besar pada Selasa (7/8/2018) serta empat orang yang akan dikukuhkan pada Rabu (8/8) besok,”
ujar Sahroni saat ditemui disela-sela acara pengukuhan.

Sahroni mengungkapkan, sejauh ini UPI
sendiri sedang melakukan proses pengajuan Guru Besar bagi sekitar 10 orang dosen lagi. Keempat diantaranya, sedang dilakukan penilaian oleh tim dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan sisanya masih dalam proses penilaian di tingkat UPI.

“Kita masih menunggu penilaian bagi 10 dosen ini, apakah mereka disetujui sebagai guru besar atau tidak,” tambahnya.

Sahroni menyebut, ‎untuk menjadi Guru Besar, seorang dosen harus memenuhi berbagai persyaratan dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Salah satu yang paling utama yakni terkait penelitian (jurnal) yang harus terpublikasi.

“Kadang dalam pengajuan ini proses lama karena jurnal harus diperiksa lebih lanjut agar tidak terjadi plagiarisme. Pengecekan jurnal juga terkadang banyak calon guru besar yang sudah membuat jurnal ilmiah tapi belum terpublikasi secara internasional di jurnal bereputasi, sehingga prosesnya cukup panjang dan memakan waktu,” paparnya.

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …