Musim Kemarau, Bandung Raya Hampir Mengering

 Petani melakukan pengecekan sawah yang terdampak kekeringan.( Foto : RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG )

Petani melakukan pengecekan sawah yang terdampak kekeringan.( Foto : RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, MEMASUKI musim kemarau, petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat diminta untuk tidak menanam dibulan ini. 582 hektare lahan pertanian di musim kemarau saat ini terancam mengalami kekeringan.


Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Iin Solihin menyebut, tidak semua daerah gagal panen, tapi ia khawatir akan berakibat fatal ke panen selanjutnya. Menurutnya, beberapa daerah yang biasanya dilanda puso saat musim kemarau yaitu Sindangkerta, Cililin, Cihampelas, hingga Padalarang. Para petani diimbau untuk beralih tanam terlebih dahulu, seperti menanam kedelai sampai kekeringan mereda.

Tak hanya kekeringan gagal panen, susahnya air bersih di wilayah Kota Bandung juga sudah diantisipasi Palang Merah Indonesia (PMI), dengan menyiagakan 5.000 liter tangki air bersih. Juru bicara Markas PMI Kota Bandung Priyo Handoko mengatakan, mobil tangki air bersih itu akan bersiaga 24 jam untuk melayani permintaan pasokan air bersih.

“Permintaan pasokan air bersih berasal dari Kecamatan Mandalajati sejak pertengahan Juli. Jumlah air bersih yang disalurkan ke wilayah tersebut mencapai 30 ribu liter,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

Sementara ini, Kecamatan Mandalajati merupakan wilayah yang paling rentan mengalami kekeringan di Bandung, selain wilayah Panyileukan dan Ujungberung. Ketiga wilayah tersebut merupakan langganan kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih saat memasuki musim kemarau.

Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menyebut, data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat mencatat, per Juli 2018 luas lahan sawah yang terdampak kekeringan akibat kemarau mencapai 9.311 hektare.

“Lahan pertanian yang gagal panen untuk saat ini masih dalam pendataan belum dapat diprediksi dan belum ada laporan yang konkrit,” beber Iwa.

Menurut Iwa, untuk daerah Kabupaten Bandung seperti Cikancung, Nagreg relatif ekstrem (kekeringan), Soreang, Banjaran dan Pangalengan meski kemarau masih ada air. Di beberapa daerah lain seperti Sukabumi, Indramayu, Ciamis, Garut dan Bogor juga mulai mengalami kekeringan meskipun belum signifikan.

“Untuk itu, kita berupaya agar air bisa masuk ke sawah melalui pompa. Tahun ini, pemerintah pusat memberikan bantuan untuk alat pertanian,” pungkasnya.

(job4/nda/net)

 

Loading...

loading...

Feeds