Longsor di NTB Akibat Penambangan tanpa Izin

Kepala PVMBG, Kasbani. Foto:viva

Kepala PVMBG, Kasbani. Foto:viva

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pada minggu-minggu ini bencana alam terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) dan beberapa wilayah lain. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), merilis kejadian-kejadian gerakan tanah / tanah longsor dalam satu minggu ini di Indonesia.


Beberapa daerah tersebut, Kabupaten Pulau Buru, Provinsi Maluku, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah dan kejadian gerakan tanah terbaru saat ini ada di Kabupaten Pulau Buru, Provinsi Maluku.

Kepala PVMBG, Kasbani mengatakan, gerakan tanah terjadi pada lokasi penambangan tanpa izin (PETI) Gunung Botak, Kecamatan Wamsait, Kabupaten Pulau Buru, Provinsi Maluku. hal itu diperkirakan terjadi pada hari Kamis, (2/8) sekitar pukul 22.00 WIT. Gerakan Tanah ini mengakibatkan 2 (dua) orang meninggal dunia dan 2 (dua) orang luka-luka. Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah longsoran bahan rombakan.

“Penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan akibat kemiringan lereng yang terjal, sehingga lereng menjadi tidak stabil,”ujarnya pada rilis yang diterima Radar Bandung, Minggu (5/8/2018).

Kasbani menjelaskan, Masyarakat yang beraktifitas disekitar wilayah bencana lebih waspada, mengingat daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor susulan pun dengan Kegiatan penambangan agar dilakukan tata cara yang aman dalam penambangan pasir dan batu.

Lanjut Kasbani, Dalam kegiatan penambangan diperlukan adanya perencanaan yang matang mengenai tata cara teknis penambangan yang aman dari  ancaman longsoran. Di samping itu perlu bimbingan teknis penambangan yang baik dan benar.

“Sehingga penambangan tidak merusak lingkungan dan terjaminnya keselamatan kerja bagi penambang,” tuturnya.

Menurut Kasbani, cara penggalian penambangan yang baik antara lain adalah dengan memotong lereng secara undak-undak dan pemotongan lereng tebing dimulai dari lereng bagian atas.

Kasbani menambahkan, saat ini sosialisas untuk warga diberikan dalam rangka mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya hal tersebut sebagai uapaya mitigasi bencana gerakan tanah.

”Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah/ BPBD setempat,” pungkasnya.

(azs/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …