Taman Alun-alun Bandung Rusak, Pemkot Salahkan Warga

Rumput taman Alun-alun Bandung rusak. Foto:detikcom

Rumput taman Alun-alun Bandung rusak. Foto:detikcom

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Alun-alun Bandung rusak, Pemkot Bandung keluhkan rendahnya rasa peduli warga terhadap fasilitas publik.


“Saya mengimbau agar masyarakat mau menjaga fasilitas yang sudah ada. Jangan sampai dana habis oleh renovasi dan pembangunan ulang,” ujar Wakil Wali Kota Oded M.Danial, Kamis (2/8/2018).

Oded mengaku pernah beberapa kali mengecek langsung ke lapangan. Hasilnya, pengunjung taman alun-alun kebanyakan bukan warga Kota Bandung.

Bahkan ada beberapa yang merupakan orang Garut, Tasik bahkan Pangandaran.
“Saya langsung tanya ke pengunjung, dan kebanyakan pengunjung bukan warga Kota Bandung. Kalau warga Bandungnya lebih suka diam di rumah,” terangnya.

Di sisi lain, kepada dinas terkait Oded memerintahkan untuk menganggarkan dana khusus perwatan fasilitas umum, termasuk taman.

Mengenai kerusakan di taman alun-alun Bandung, Oded mengatakan akan segera melakukan perbaikan.

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Pertamanan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan ( DPKP3) Kota Bandung Iwan Sugiono, mengatakan, perbaikan ini dilakukan juga dalam rangka akhir masa jabatan pasangan Walikota-Wakil Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Oded M.Danial.

“Sebenarnya kita memperbaiki beberapa taman tematik di Kota Bandung, yang salah satunya dalah taman alun-alun ,” katanya.

Jumlah dana yang diperlukan adalan Rp1,6 milyar yang digunakan untuk mengganti rumput sintetis seluas 4.377 meter persegi, perbaikan mainan anak-anak yang terletak di sebelah utara,” paparnya.

Dana ini didapat dari CSR, maka untuk perbaikan juga didapat dari CSR.
“Karena belum diserahterimakan kepada Pemkot, jadi ya masih tanggungjawab pihak ketiga,” tegasnya.

Iwan sendiri setiap tahunnya hanya menyiapkan biaya pemeliharaan, untuk kebersihan dan mengganti tanaman-tanaman. “Jumlah biaya pemeliharan juga tidak besar,” terangnya.

Senada dengan Oded, Iwan mengatakan kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum memang rendah.

Sehingga, meski sudah menempelkan peringatan dan himbauan agar tidak membawa makanan dan minuman ke area rumput sintetis, juga agar tidak memakai alas kaki jika menginjak rumput sintetis, namun masyarakat tetap melakukannya juga.

“Kami sudah melakukan larangan dan himbauan agar masyarakat menjaga lingkungan tapi tetap saja sulit,” katanya.

(mur/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …