Mobil Toko di Kota Bandung, Antara Kreatif atau Mengganggu

Mobil toko di jalanan di Kota Bandung.Foto:ayobandung

Mobil toko di jalanan di Kota Bandung.Foto:ayobandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot Bandung) menilai keberadaan mobil toko (moko) adalah sebuah kreatifitas warga Kota Bandung.


“Kami mengapresiasi keberadaan moko, karena itu merupakan sebuah kreatifitas warga dalam perkembangan ekonomi,” ujar Sekretaris Satuan Pertugas Khusus (Satgasus) PKL Kota Bandung Priana Wirasaputra, kepada wartawan Kamis (2/8/2018).

Priana mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan kajian, untuk mengatur keberadaan moko dan food truck. Untuk ke depannya dituangkan ke dalam bentuk peraturan wali kota (Perwal).

“Nantinya akan diatur, di mana saja mereka boleh berjualan. Atau jika memungkinkan di mana mereka akan direlokasi,” katanya.

Priana mengakui, penambahan jumlah moko secara kasat mata. Dengan jumlah moko sekarang sekitar 50-80, sedangkan jumlah food truck sekitar 40. Meskipun, jika ditanya penambahan itu setelah lebaran Priana mengatakan tidak tahu pasti.

“Kalau dilihat kasat mata, mungkin memang ada penambahan moko, karena sekarang panjang wilayah bertambah panjang, dan ada di sebelah kiri dan kanan jalan,” katanya.

Priana mengatakan, target perwal yang mengatur moko ini, diperkirakan awal tahun depan draft selsai dikerjakan. Namun, untuk waktu diundangkannya perwal tersebut, Priana belum bisa memastikan.

Perwakilan moko Diponegoro, Oni, mengatakan, pihaknya tidak keberatan jika akan dibina dan direlokasi.
“Kami siap dibina kalau seandainya ada jalan keluarnya. Bahkan, jika ada pengaturan waktu, tidak masalah,” katanya.

Menurut Oni, Keberadaan moko, tidak mengganggu lalulintas. Karena mereka berjualan di malam hari, di saat arus lalulintas tidak terlalu padat.

Sementara itu, Wakil Walikota Bandung Oded M.Danial mengatakan, masalah moko ini merupakan salah satu yang harus diselesaikan dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.

“Karena keberadaan moko ini sangat mengganggu, dan keberadaannya mumpung belum banyak,” katanya.

Menurut Oded, ada beberapa pengusaha moko ini yang sebenarnya sudah memiliki toko cukup besar di tempat lain. Walaupun diakui ada juga yang benar-benar untuk berjualan.

(mur/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …