Fokus Pembangunan Nasional di Jawa Barat Belum Maksimal

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi. Foto:tribunjabar

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi. Foto:tribunjabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Optimalisasi pembangunan Nasional di Jawa Barat dirasakan Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi, belum maksimal di banding Provinsi lain yang jumlah penduduknya masih kecil dibanding Jawa barat.


“Jawa Barat itu jumlah penduduk terbesar se-Indonesia seharusnya fokus pembangunan infrastruktur di Jawa Barat lebih di maksimalkan dibanding beberapa provinsi lain,” kata Acuviarta di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/8/2018).

Acuviarta menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan infrastruktur terhadap daerah-daerah di Jawa Barat sangat minim, termasuk pembangunan pelabuhan pembangunan yang belum dipercepat kemudian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) belum juga menerima penerbangan komersial serta percepatan Tol Cisumdawu.

“Kemudian pengembangan tol Bandung Banjar yang katanya akan segera di groundbeking belum juga di tenderkan,”ujarnya.

Acuviarta menambahkan, akses dari ketidak stabilan ekonomi pusat saat ini juga berimplikasi ke Jawa Barat. Sebagai contoh bahan baku tekstil selama ini masih impor, kemudian saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan kenaikan komoditas.

“Hal itu juga menpengaruh stabilitas nilai tukar Rupiah, faktanya sudah di sampaikan beberapa narasumber bahwa kenapa nilai turkar bertluktuasi begitu kencang dalam beberapa bulan terakhir, itu ya akibat besarnya hutang luar negri kita juga,”sambungnya.

Selain itu kata Acuviarta, dampak ketidak stabilan ekonomi dan politik juga membuat investor ragu-ragu untuk menanamkan bisnisnya, Selain itu Industri lokal sensiri harus mengadung kandungan lokal agar tidak tergantung pada produk impor.

“Sesuai faktanya, di Jawa Barat Industri masih di isi oleh padat modal dan sebagian besar esembling seperti industri mesin logam, sedangkan muatan lokalnya sendiri masih kalah,”tuturnya.

Menurutnya, Jawa Barat sebagai mitra dekat Ibu kota Indonesia dan penduduk paling banyak di Indonesia, perlu ada fokus lebih pembangunan dari pemerintah pusat, agar terciptanya roda pekonomian berjalan maksimal.

“Seperti pembangunan wisata di Jawa Barat yang memang menjadi sasaran utama dalam memajukan perkembangan ekonomi daerah itu pun masih perlu bantuan pusat,”pungkasnya.

(azs/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …