Dishub Kota Bandung Berhutang Retribusi Rp110 Miliar

 Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengaku keteteran dengan target retribusi parkir.
( Photo : 
RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG )

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengaku keteteran dengan target retribusi parkir. ( Photo : RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung berutang sekitar Rp110 miliar target retribusi parkir saat ini. Dari target Rp115 miliar potensi pendapatan, baru sekitar Rp5,6 miliar total perolehan hingga awal Agustus ini.


Pihak dishub sendiri mengaku keteteran dengan pemenuhan target retribusi parkir karena penggunaan mesin parkir masih minim di Kota Bandung.

“Sebenarnya, berdasarkan kajian potensi retribusi parkir sebesar Rp80 milyar. Tapi berdasarkan ketetapan TAPD dan dewan, target yang harus dicapai Rp115,” keluh Kadishub Kota Bandung, Didi Ruswandi, Rabu (1/8/2018).

Pencapaian target yang hanya dua persen itu pun, diakui Didi. Tahun ini target retribusi parkir sebesar Rp115 milyar, namun baru tercapai Rp5,6 milyar.

Karena capaian retribusi pairkir yang jauh dari target, menurut Didi, jumlah mesin parkir di pasang di 445 titik, sementara parkir manual ada 223 titik.

Akibat pencapaian target yang tak mampu tercapai, Ombudsman akan melakukan penelitian tentang pengelolaan parkir di Kota Bandung dalam waktu dekat.

“Karenanya, Ombudsman meminta data dari kita titik-titik parkir dan kesulitan apa yang dihadapi, terutama terkait penggunaan mesin parkir,” ucap Didi menjelaskan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, yang sekarang menjadi sorotan Ombudsman adalah titik parkir yang dikelola warga. “Karena sekarang kan banyak titik parkir baru terkait banyaknya pembangunan taman,” kata Emil.

Agar titik baru ini bisa ditarik retribusinya, harus dimasukkan ke dalam perwali. Untuk itu, Emil tengah menunggu laporan dari Dishub Kota Bandung terkait penambahan titik ini.

“Ombudsman akan meneliti tentang pengelolaan retribusi parkir di Kota Bandung, baik mesin parkir maupun parkir manual,” terang dia.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds