Gegara Lambat Bangun Masjid, Warga GSR Geram Terhadap Pengembang

Perwakilan pengembang GSR, Ketua RW, Ketua RT di lingkungan GSR, dan perwakilan Kemenag Kab Bandung usai mengukur penentuan arah kiblat masjid GSR. Foto: setiana/pojokbandung

Perwakilan pengembang GSR, Ketua RW, Ketua RT di lingkungan GSR, dan perwakilan Kemenag Kab Bandung usai mengukur penentuan arah kiblat masjid GSR. Foto: setiana/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com,RANCAEKEK – Warga Green Sukamanah Residence (GSR) RT 04/02, Desa Sukamanah, Kec Rancaekek, Kab. Bandung geram terhadap lambatnya realisasi janji pengembang yang katanya akan segera membangun masjid.

Sebelumnya, Ketua RT 04, Bahrudin, mengatakan, warga GSR sangat merindukan segera dibangunnya masjid komplek.

”Ada informasi bahwa pembangunan masjid komplek GSR ini akan segera dilaksanakan, katanya bulan Juli. Namun, kabar tersebut masih belum jelas,” kata Bahrudin.

Baligo yang bertuliskan akan segera dibangun masjid di GSR. Foto: setiana/pojokbandung

Namun, lanjut Bahrudin, hingga akhir Juli 2018, janji pengembang untuk membangun masjid belum ada tindaklanjutnya sedikitpun. ”Jangankan membangun fondasi masjid, info terhadap warga GSR pun tidak ada sama sekali. Seharusnya pengembang pro aktif terhadap warga dengan membeberkan langkah apa saja yang sudah ditempuh,” ujar Bahrudin.

Tokoh warga GSR, Riki Fahrudin, mengatakan, rencana kedepan kalau developer tidak segera membangun masjid sesuai dengan janji semula, maka warga GSR akan mengambil langkah yang lebih aktif lagi untuk menekan pengembang supaya merealisasikan janjinya.

”Bila perlu dilakukan demo yang lebih besar dan menembuskan permasalah fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) ini ke pihak-pihak terkait, supaya ada penekanan-penekanan dari instansi yang berkepentingan,” ujar Riki, Rabu (1/8/2018).

Tokoh warga GSR lainnya, Pipih, mengaku pusing mengikuti informasi janji-janji pengembang GSR untuk membangun masjid tersebut.

”Secara pribadi saya juga merasa heran dengan cara-cara yang ditempuh developer GSR ini. Sebab, janji awal mereka akan segera membangun masjid ini pada bulan Juli, sementara sekarang ini Juli sudah habis. Namun tidak ada perkembangan apapun dari pihak penegmbang,” ujar Pipih.

Selain soal pembangunan masjid, Pipih juga menyoroti opini yang berkembang di masyrakat GSR. ”Ada opini cluster 1,2 dan seterusnya. Ini sangat mengganggu. Saya sebagai tokoh warga GSR berharap agar opini seperti itu dikubur saja,” kata Pipih.

”Yang jelas semua warga GSR adalah sama tidak ada cluster-cluster khusus, karena semua warga GSR masuk dan keluar melalui gerbang yang sama, #salamsatugerbang,” sambung Pipih.

Menurut Pipih, istilah cluster 1 dan 2 berdampak pada terkotak-kotaknya warga dan mengurangi rasa persatuan serta kebersamaan warga GSR. ”Istilah cluster biar untuk developer saja, di tataran warga tidak ada,” pungkas Pipih.

(stn/azm/pojokbandung)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …