Ajak Seluruh Stakeholder untuk Sampaikan Aspirasi Lewat Lokakarya

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif (kiri) saat berbincang usai acara Lokakarya di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (1/8).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif (kiri) saat berbincang usai acara Lokakarya di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (1/8).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat menggelar Lokakarya di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (1/8/2018). Mengusung tema ‘Sudah Sejahterakah Hari Tua Bersama BPJS Ketenagakerjaan’ diharapkan mendapat masukan dari berbagai stakeholder untuk bahan evaluasi dari beragam penyelenggaraan program.


Kurang lebih 80 pimpinan perusahaan yang telah memperoleh manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan hadir dalam acara tersebut. Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif mengungkapkan, acara tersebut merupakan pencerahan terkait program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kedepannya, apakah pesertanya sudah sejahtera dari sisi manfaatnya atau merasa sudah cukup atau belum.

“Kami mendengar aspirasi soal masukan program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Hasilnya, banyak yang belum tau manfaat kedua program tersebut.
Makanya, kedepan kami akan fokus menyosialisasikan pada kedua program itu,” ucap Krishna saat ditemui disela-sela acara.

Kata Krishna, pada acara tersebut juga bisa dilihat aspirasi masyarakat (peserta) bahwa jaminan hari tua belum sepenuhnya terjamin. Pada dasarnya, konsep peraturan yang ada manfaatnya masih dibawah standar. Pihaknya akan menyampaikan segala masukan kepada pemerintah agar masyarakat bisa lebih sejahtera melalui jaminan sosial.

“Khususnya di Peraturan Pemerintah (PP) nomor 46 terkait dengan P 60 maupun, PP 45 terkait pensiun,” terangnya.

Khrisna melanjutkan, pihaknya akan terus
berdialog dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional dan pemerintah untuk membahas aspirasi warga diseluruh Indonesia dan stakeholder, tekait solusi tepat menangani masalah ini.

“Sekarang masih proses mendengar aspirasi. Dan sosialisasi ini jelas akan lebih agresif dan progresif soal manfaat program JHT dan JP, bahkan sosialisasi akan sampai hingga lapisan bawah, mulai dari RT, RT atau tokoh setempat,” tutup Krisna.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kuswahyudi menambahkan, kegiatan ini bertujuan agar BPJS Ketenagakerjaan memperoleh masukan konstruktif sebagai bahan evaluasi dalam penyelenggaraan program setelah bereformasi tiga tahun lalu yakni sejak 1 Juli 2015.

“Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan mampu diimplementasikan dalam peningkatan manfaat program jaminan sosial, terutama Program JHT dan JP,” ujarnya.

Kuswahyudi menerangkan, JHT merupakan program jaminan sosial yang diberikan kepada pekerja berupa uang tunai yang dibayarkan sekaligus saat peserta memasuki pensiun, meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Iuran JHT di Indonesia merupakan yang terendah di dunia, yakni 5,7 persen, namun kondisinya justru 80 persen oleh pekerja usia produktif yang berhenti bekerja.

Sedangkan JP, sambung dia, sebagai program baru yang diberikan setiap bulan saat pekerja memasuki masa pensiun 56 tahun atau mengalami cacat total permanen dan atau meninggal dunia, yang diberikan kepada pekerja atau ahli waris yang sah.

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …