UPI Siap Berkontribusi Sukseskan Program Citarum Harum

SIMBOLIS: Menristekdikti, Mohamad Nasir secara simbolis menanam pohon pohon nangka di bantaran Sungai Citarum Sektor 8, Selasa (31/7)

SIMBOLIS: Menristekdikti, Mohamad Nasir secara simbolis menanam pohon pohon nangka di bantaran Sungai Citarum Sektor 8, Selasa (31/7)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ribuan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta terlibat dalam acara Gebyar Edukasi 3R KKN Tematik Citarum Harum 2018. Mahasiswa disebar ke 22 sektor, mulai dari hulu, tengah dan hilir Sungai Citarum untuk membantu mencari solusi permasalahan limbah, sampah dan pencemaran lingkungan.


Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menjadi yang terbanyak mengirimkan mahahasiswa dengan jumlah 2.221 orang ditambah dengan mahasiswa dari IPB, ITB, UNPAD, Univ. Telkom, Unsil dan perwakilan dari 11 perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Dikti wilayah III dan IV sebanyak 400 orang, serta mahasiswa UGM dan UNAIR.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof H Mohamad Nasir pH.D., Ak mengatakan, pihaknya mendorong program KKN tematik tersebut. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus bisa mencintai dan menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini harus berkelanjutan. Kepada para rektor, terus kirim mahasiswanya ke sini (DAS Citarum) jangan sampai mahasiswa selesai KKN, program ini berhenti, tapi teruskan oleh mahasiswa selanjutnya,” ucapnya saat ditemui disela-sela acara, Selasa (31/7).

Nasir mengungkapkan, kenapa pihaknya begitu mengapresiasi kegiatan Gebyar Edukasi 3R KKN Tematik Citarum Harum. Kata dia, Sungai Citarum merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jabar, tapi dalam beberapa tahun terakhir kondisinya menghawatirkan. Bahkan, pada 2017 media asing The New York Times memberitakan bahwa Sungai Citarum menjadi sungai terkotor di dunia.

“Maka Presiden Joko Widodo melalui Perpres nomor 15/ 2018 ingin Sungai Citarum kembali bersih dengan upaya penangggulangan dan pencegahan mengatasi masalah limbah, sampah, dan pencemaran DAS Citarum,” jelasnya.

Ia berharap, mahasiswa tentunya dibantu para pemangku kebijakan baik itu pemerintah atau steak holder terkait, khususnya Pangdam III/ Siliwangi sebagai nahkoda bisa saling bersinergi mengembalikan keasrian Sungai Citarum dan mudah-mudahan menjadi sungai terbersih di Indonesia.

“Saya juga meminta para mahasiswa bisa mengedukasi warga dengan berbagai bidang keilmuannya agar bisa menjaga lingkungan, khususnya menjaga kondisi Sungai Citarum dengan tidak membuang sampahnya atau limbah apapaun ke sungai,” paparnya.

Dalam acara tersebut, Mohamad Nasir memberikan bantuan berupa 2 insinerator (alat pengolah limbah) yang dimana masing-masing bisa mencapai 120 ton perhari serta
5.000 bibit kopi arabika dan robusta, hasil pembibitan melalui kultur jaringan kepada Dan Sektor Pembibitan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UPI,
Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si., mengungkapkan, kegiatan Gebyar Edukasi 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) KKN Tematik Citarum Harum, merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018, dengan tujuan untuk membantu dan menguatkan terhadap upaya-upaya penangggulangan masalah pencemaran DAS Citarum. Kedua, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dan mahasiswa akan pentingnya sungai Citarum sebagai sumber kehidupan.

“Poinnya adalah membentuk generasi yang mencintai lingkungan (Sungai Citarum) melalui kegiatan edukasi kurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah,” tutur Asep.

Asep menyebut, pihaknya akan terus saling bahu membahu membantu menyukseskan program Citarum Harum dengan menambah jumlah mahasiswa KKN, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat setiap tahunya.

“Kami juga akan meluncurkan model KKN Sabtu-Minggu, sehingga program-program yang telah dilakukan secara intensip pada KKN model blok selama 40 hari akan terus terjaga dan terpelihara,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa KKN jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, UPI Bandung, Virna Rozianty Rosalina mengaku, beberapa program kerja sudah dilaksanakan sejak 16 Juli 2018, salah satu yang menjadi poin utama ialah sehat-cermat.

“Kalau tema sehat kami menyasar anak-anak dengan mengajak anak hidup bersih seperti rajin sikat gigi dan cuci tangan. Sedangkan tema cermat lebih menyasar ke ibu rumah tangga dengan memberi penyuluhan tentang menjaga lingkungan khususnya penggunaan air bersih,” ujar Virna.

Kata Virna, sejauh ini program kerja yang sudah berlangsung disambut baik oleh warga sekitar. Bahkan, mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan gaya hidup bersih dan sadar jaga lingkungan bisa diwariskan hingga generasi selanjutnya,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …