Tol Cileunyi – Garut – Tasikmalaya (Cigatas), Antara Kebutuhan dan Problematika Masyarakat

Beberapa rencana pembangunan tol di Jabar. Foto:tribunjabar

Beberapa rencana pembangunan tol di Jabar. Foto:tribunjabar

POJOKBANDUNG.com, TASIKMALAYA – Meskipun belum dapat dipastikan waktu pembangunan ruas jalan tol yang membentang dari Cileunyi – Garut – Tasikmalaya (Cigatas), Pemkab Tasikmalaya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan melakukan serentetan kegiatan untuk menginventarisir berbagai persoalan atau problematika serta dampak yang bakal terjadi.


Kepala Bappeda Kabupaten Tasikmalaya Henri Nugroho mengatakan, sudah dapat dipastikan pembangunan proyek jalan tol Cigatas akan banyak lahan pertanian produktif yang harus dibebaskan termasuk wilayah permukiman masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Kehadiran jalan tol yang kemungkinan akan mulai ditenderkan oleh pihak Kementrian PUPR pada tahun 2019 nanti kata Henry, dipastikan akan terjadi perubahan yang sangat cepat akibat dipengaruhi oleh adanya pergerakan manusia dan barang yang kian banyak.

“Kita harus segera mengambil sikap dan merencanakan langkah-langkah strategis, agar kehadiran jalan tol itu membawa maslahat dan manfaat bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, membawa bencana atau malapetaka bagi sektor-sektor kehidupan,  termasuk budaya/adat istiadat. Kita tidak berharap, pengusaha-pengusaha  kecil terkooptasi dengan kehadiran para pengusaha produsen atau vendor yang lebih hebat yang termobilasai dengan tol itu,” kata Henri kepada wartawan, Selasa (31/7/2018).

Esensinya terang Henry, adalah masyarakat Kabupaten Tasikmalaya ini tidak sekedar menjadi penonton terhadap perkembangan bahkan menjadi korban perubahan dan kemajuan.

“Kita segera rumuskan rencana-rencana startegis pada bidang-bidang di internal Bappeda untuk kita bawa nantinya ke seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Tasikmalaya,” ujarnya.

Pihaknya lajut Henry, telah kedatangan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP)  wilayah IV Jawa Barat dan Komite Perencanaan Pembangunan Jawa Barat pada Jumat (27/7/2018) lalu terkait rencana pembangunan jalan tol tersebut.

“Bagaimana nanti, masyarakat dapat memetik manfaat yang sebesar-besarnya, dengan adanya jalan tol tersebut,. Contoh, Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah produsen padi, harus tetap bertahan bahkan meningkat. Dan pariwisata Kabupaten Tasikmalaya harus lebih menggeliat dengan kehadiran banyak orang yang menggunakan akses jalan tol nanti,” pungkasnya.

(nie/rmoljabar/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …