Antisipasi Kekeringan, Pemkab Subang Lakukan Pemetaan Wilayah

ILUSTRASI: Pemerintah Kabupaten Subang akan melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan pada musim kemarau tahun ini.

ILUSTRASI: Pemerintah Kabupaten Subang akan melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan pada musim kemarau tahun ini.

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan dan bencana kebakaran hutan, Pemerintah Kabupaten Subang akan melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan pada musim kemarau tahun ini.

Dikatakan Kepala DPKPB Kabupaten Subang, Hidayat, dari data Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekeringan tahun ini cukup serius bila melihat yang terjadi di daerah lain.

“Maka Subang harus siaga sebelum itu terjadi. Maka kami akan melakukan pendataan valid terhadap daerah-daerah yang terancam kekeringan terutama di daerah pertanian,” ujar Hidayat Jumat (27/7/2018).

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya ancaman kekeringan bisa diantisipasi termasuk ancaman bencana kebakaran hutan dari akibat kekeringan yang terjadi.

Selain itu kata Hidayat, pihaknya akan segera melakukan pemetaan wilayah dengan 2 pendekatan yaitu pemetaan darat melalui pengumpulan informasi peta dari camat dan kepala desa, dan pemetaan udara melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU).

“Dengan pemetaan foto udara supaya mendapatkan peta yang lebih objektif dan valid,” ungkapnya

Hidayat mengatakan, untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri termasuk TNI AU Suryadarma.

“Padahal kita punya potensi (TNI AU Suryadarma di Kalijati). Banyak daerah yang menggunakan TNI AU Suryadarma (untuk foto udara),” katanya.

Berdasarkan data sebelumnya dan perkembangan yang terjadi, wilayah rawan ancaman kekeringan ada di 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Pusakanagara dan Compreng.

“Tentunya kami akan segera melakukan survei supaya ancaman kekeringan tidak sampai meluas ke daerah lain,” ucapnya

Adapun upaya lain yang dilakukan ialah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) guna mengontrol saluran air agar bisa berfungsi dengan baik.

“Sehigga areal pertanian tidak sampai gagal tanam apalagi gagal panen,” pungkasnya.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …