Kasus Badut Cabul di Jalan Asia Afrika Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata

BADUT kartun Marsha melayani foto bersama dengan anak-anak di depan di Jln. Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (22/11/2015). Kehadiran komunitas kostum unik sejak tujuh bulan lalu memberikan hiburan dan turut serta mendongkrak pariwisata di Kota Bandung terutama di kawasan Asia Afrika pascapenataan.*
(USEP USMAN NASRULLOH/

BADUT kartun Marsha melayani foto bersama dengan anak-anak di depan di Jln. Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (22/11/2015). Kehadiran komunitas kostum unik sejak tujuh bulan lalu memberikan hiburan dan turut serta mendongkrak pariwisata di Kota Bandung terutama di kawasan Asia Afrika pascapenataan.* (USEP USMAN NASRULLOH/"PR")

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badut karakter tokoh kartun Smurf di Jalan Asia Afrika menjadi perhatian warga Net. Karena diduga melakukan tidakan pelecehan kepada salah satu pengunjung saat berfoto bersama.  Kejadian itu pula di khawatirkan akan berdampak berkurangnya wisatawan yang datang ke kota Kembang ini.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung, Dewi Kaniasari meyebutkan kejadian yang terjadi pada hari Selasa lalu tidak membuat para wisatawan kapok berkunjung ke Kota Bandung, terutama Jalan Asia Afrika dimana kejadian itu terjadi.

“Kami berharap ini kejadian yang pertama dan terakhir, jadi bagi para wisatawan silahkan saja datang ke Asia Afrika, jangan hanya karena ini, akhirnya para wisatawan enggan datang ke Bandung,” ujar wanita yang akrab disapa Kenny itu saat dihubungi, Jumat (27/7/2018).

Agar hal yang memalukan itu tidak terulang. Kenny akan segera memanggil para cosplayer di Jalan Asia Afrika, termasuk Z (16) sosok remaja laki-laki di balik karakter badut Smurf, untuk diberikan pembinaan mengenai pelayanan kepariwisataan yang semestinya.

“Pariwisata Kota Bandung sudah mendapat banyak apresiasi tinggi, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi, salah satunya etika dari para pelaku pariwisata di Kota Bandung,” terangnya.

Kenny mengatakan pengetahuan mengenai pariwisata ini penting bagi badut. Bagaimana harus bersikap dalam memperlakukan tamu. “Setelah diberi pengetahuan, kami jamin kedepannya akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Kenny menambahkan, selama ini pihaknya telah secara bertahap membina para pelaku pariwisata di Kota Bandung. Mulai dari pengemudi kendaraan wisata, guide, pedagang kaki lima (PKL) termasuk juga cosplayer tokoh kartun dan super hero di Jalan Asia Afrika.

“Saya sudah perintahkan memanggil bersangkutan (Z), malah sekalian koordinator juga dibina. Supaya tidak ada lagi kejadian serupa,” katanya.

(cr4)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …