Wow, Selama 30 Tahun Saldo JHT Mencapai Miliaran

SIMBOLIS: Pejabat Pengganti Sementara (PPS), Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung-Suci, Bimo Prasetiyo (kiri), Allan Sriwulandari (tengah), 
Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Gatot Susilo (tengah) secara simbolis menyerahkan santunan JHT.

SIMBOLIS: Pejabat Pengganti Sementara (PPS), Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung-Suci, Bimo Prasetiyo (kiri), Allan Sriwulandari (tengah), Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Gatot Susilo (tengah) secara simbolis menyerahkan santunan JHT.

Saldo POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bandung-Suci menyerahkan Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp1,2 miliar kepada satu peserta. Peserta tersebut adalah Allan Sriwulandari, pensiunan karyawan BCA dengan masa kerja 30 tahun.


Pejabat Pengganti Sementara (PPS), Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung-Suci, Bimo Prasetiyo mengungkapkan, Allan merupakan karyawan BCA sejak 1988. Dari awal hingga berpindah-pindah tempat kerja, Allan tidak pernah mengambil santunan JHT.

“Ini bisa menjadi contoh bagi peserta yang lain,” ujar Bimo didampingi Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Gatot Susilo usai menyerahkan JHT secara simbolis di Kantor BPjS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Jalan PH Mustofa, Kota Bandung, Jumat (27/7).

Bimo melanjutkan, pola dan konsep yang dilakukan Allan sangat tepat dalam mengelola dan memanfaatkan keuangan. Pasalnya, tak sedikit karyawan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dikala sudah tidak bekerja atau pindah pekerjaan maka JHT akan diambil. Artinya, dengan konsep seperti itu tabungan tidak akan terkumpul.

“JHT adalah tabungan untuk hari tua.
Kalau karyawan pindah kerja terus dana JHT diambil (konsumtif) maka saat hari tua gak ada dong. Konsep seperti itu tidak bagus, tabungannya tidak terakumulasi,” terangnya.

Sementara itu, Allan mengaku bersyukur atas program dari BPJS Ketenagakerjaan. Allan merasa tidak percaya nominal saldo yang tertera hingga mencapai Rp1,2 miliar. Padahal, dirinya sama sekali tidak pernah menghitung atau meneliti hingga mendetail berapa keuntungan yang bisa didapat dari program JHT.

“Saya mah lupa soal JHT, tidak pernah cek kesana-sini. Dari 1988 namanya Astek, Jamsostek sampai BPJS Ketenagakerjaan, saya lupain aja. Karena dari awal ini akan jadi uang pensiun saya di hari tua,” terangnya.

Ibu dua anak itu menuturkan, alasan kenapa JHT harus dilupakan oleh setiap peserta. Menurutnya, selama masih bisa bekerja lebih baik memanfaatkan gaji untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, kata dia, prinsip yang ia pegang karena ingin menikmati hasil dimasa tua.

“Jadi masa tua itu bukan dibanyakin aset, harta dan lainnya, tapi banyak pegang uang untuk bisa dinikmati,” tuturnya.

Allan mengungkapkan rasa terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sudah membantu proses pencairan dengan mudah dan lancar. “Prosesnya mudah, cepat dan tidak berbelit,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …