Ih Serem… Ada ‘Hantu’ Ngencleng Agustusan di Padalarang

Karang Taruna Unit RW 18 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Padalarang ngencleng agustusan. Foto:rmoljabar

Karang Taruna Unit RW 18 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Padalarang ngencleng agustusan. Foto:rmoljabar

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Terbatasnya anggaran yang dimiliki pengurus Karang Taruna tingkat RW untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018, memaksa mereka untuk menggalang dana atau ‘ngencleng’ di tengah jalan dan mengemas penampilan kreatif untuk menarik simpati pengguna kendaraan.


Salah seorang anggota Karang Taruna Unit RW 18 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Padalarang Chaerul mengatakan, Ngencleng dilakukan pengurus sejak sepekan lalu ditengah jalan raya Padalarang-Purwakarta. Untuk menarik simpati pengendara, dandanan dirias dan berkostum hantu.

“Ya biar donatur juga melihat kreatifitas kami, dan mau memberikan donasi,” katanya, Kamis (26/7).

Ia menjelaskan, dalam sehari dana yang didapat bervariasi jika banyak yang memberi bisa Rp50 ribu, namun tak jarang sudah kepanasan berdiri ditengah jalan raya hasilnya nihil.

“Kalau bagus sekitar Rp50 ribu, tapi seringnya hanya dapat cape saja,” cetusnya.

Menurutnya, Ngencleng ini dilakukan karena terpaksa pengurus Karang Taruna tidak memiliki anggaran jika akan menggelar acara agustusan. Ngencleng baru akan berakhir sepekan sebelum tanggal 17 Agustus.

“Dana ini untuk acara lomba-lomba agustusan sama bikin panggung, kan anak-anak ingin tampil,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Bandung Barat, Ujang Rohman mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan adanya Karang Taruna unit yang melakukan penggalangan dana di jalan.

Kendati banyak menerima keluhan, pelarangan belum bisa dilakukan lantaran tidak ada alternatif lain bagi mereka untuk mencari sumber dana.

“Kami hanya bisa mengimbau untuk berhati-hati, saya kira ini bentuk euforia Karang Taruna unit untuk bisa memeriahkan hari kemerdekaan. Jika dilarang tidak ada alternatif lain karena tidak semua desa memberikan anggaran yang cukup untuk kebutuhan mereka,” katanya.

Idealnya, lanjut Ujang, pemerintah desa secara rutin memberikan anggaran bagi Karang Taruna Desa maupun unit sebesar 5% dari APBDes. Jika itu terwujud tidak akan ada lagi ngencleng untuk menggelar acara agustusan.

“Idealnya begitu, pemberdayaan ekonomi organisasi akan berjalan sesuai harapan dan tak perlu turun ke jalan,” tandasnya.

(rmoljabar/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …