The Power Of Emak-Emak: Sri dan Susi Layak Cawapres Jokowi

Diskusi bertajuk the power of emak-emak: srikandi-srikandi di lingkaran istana di diskusi kopi jalan raya halimun Jakarta Pusat, Minggu, (22/7/2018). Foto: Istimewa  for jpnn

Diskusi bertajuk the power of emak-emak: srikandi-srikandi di lingkaran istana di diskusi kopi jalan raya halimun Jakarta Pusat, Minggu, (22/7/2018). Foto: Istimewa for jpnn

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Peneliti The Intiative Institute Airlangga Pribadi Kusman menilai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Menteri Keuangan Sri Mulyani layak menjadi pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.


“Sri dan Susi saya pikir layak dan memiliki kapasitas. Kapasitasnya bukan main-main,” ucap Airlangga dalam diskusi bertajuk The Power of Emak-Emak: Srikandi-Srikandi di Lingkaran Istana di Diskusi Kopi, Jalan Raya Halimun, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Selain itu, ada nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang kinerjanya cukup baik di pemerintahan Jokowi.

Airlangga mengatakan, kebangkitan perempuan dalam perpolitikan Indonesia patut diperhitungkan.

Viralnya tagar #thepowerofemakemak setelah kemenangan Khofifah di Pemilihan Gubernur Jatim 2018 menjadi indikator pengakuan masyarakat atas kekuatan kaum hawa.

“Sekarang muncul istilah kekinian the power of emak-emak. Ini bukan hanya emansipasi perempuan, tetapi kebangkitan perempuan,” kata Airlangga.

Peraih gelar PhD Ilmu Politik dari Murdoch University, Perth, Australia, itu menjelaskan, kemenangan Khofifah menjadi penanda tentang kekuatan politik perempuan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menilai istilah The Power of Emak-Emak paling kuat jika disematkan dalam perpolitikan di Jawa Timur, khususnya setelah pilkada.

Menurut dia, hal itu terlihat dari kuatnya militansi Muslimat NU sebagai kekuatan Khofifah.

Peneliti LIPI Irine Hiraswari Gayatri juga setuju bahwa Sri dan Susi memiliki kinerja yang baik dan layak masuk ke bursa cawapres.

“Namun, jangan lupa juga, mesti diperkirakan juga kinerja mereka di kementerian. Harus dilihat, jadi tidak kedodoran (kinerja kementerian tersebut),” imbuh Hiraswari.

(jos/jpnn/pojokbandung)

 

 

Loading...

loading...

Feeds

Mengupas Makna Lain dari Kaleng Bekas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – MENURUT khazanah lokal bahasa Sunda, ngindeuw berarti memungut barang bekas. Selain menggambarkan proses memungut langsung objek dan …

Ribuan Ikan Mati Akibat Limbah

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Fenomena ikan mati massal kembali terjadi di sungai Cipunagara yang melintas di Kampung Ciseupan, Desa Cibuluh Kecamatan …

2020 Bisa Jadi Panggung Zalnando

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bek Persib Bandung Zalnando mulai mendapatkan kepercayaan bermain penuh  oleh Robert Alberts. Meski, ia turun dalam laga …

Wander Luiz Siap Jadi Top Skor

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wander Luiz memasang target tinggi pada musim pertamanya memperkuat Persib Bandung di Liga 1. Penyerang berkebangsaan Brasil …

PAN Target Raih Kursi Wakil Bupati

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Partai Amanat Nasional (PAN) memasang target mendapatkan kursi Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Bandung. Saat ini, pengurus …

Ajukan Tiga Tarif Cukai Baru

POJOKBANUDNG.com, JAKARTA – Tiga jenis tarif cukai baru siap diajukan Kementerian Keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Diantaranya, cukai …