Yayasan Aksara Ajak Tangkal Penyebaran Hoax Sejak Dini

Salah satu kegiatan Yayasan Aksara di Kota Bandung.

Salah satu kegiatan Yayasan Aksara di Kota Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Yayasan Askara yang peduli terhadap anak-anak, prihatin dengan kondisi saat ini karena Indonesia tengah dilanda krisis keteledanan yang bisa saja membahayakan anak-anak. Oleh karena itu, untuk menangkalnya anak-anak harus ditanamkan nilai-nilai dan karakter kebangsaan sejak dini.

Guna mensosialisasikan hal tersebut, Askara meluncurkan program Deklar ASI, atau Deklarasi Anak Sholeh Indonesia di Paskal 23 Mall, Kota Bandung, Minggu (22/7/2018). Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli.

Dewan Pembina Askara, Hasto Kuncoro mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Kominfo dan Kementerian Pertahanan yang turut menghadiri acara. Kehadiran dua kementerian tersebut karena punya peran penting dalam mendidik anak agar tidak terjerumus kedalam hal negatif.

“Setiap hari kita melihat dan mendengar berita banyak pejabat negara yang kehilangan kesholehannya ketika terlibat kasus korupsi, narkoba dan lain-lain, itu jadi contoh bahwa saya khawatir negara ini mengalami krisis keteladanan dan kesholehan,” ujar Hasto.

Menurutnya, penanaman karakter kebangsaan dan bijak dalam media sosial sejak dini mutlak dilakukan, sebelum anak-anak terkontaminasi virus intoleransi dan radikalisme.

Bahaya media sosial diungkapkannya  memiliki dampak luar biasa, sehingga agar anak-anak dapat terus meningkatkan nilai kesholehannya, harus bijak bermedia sosial.

“Penyakit hoax di Indonesia itu menjadi penyakit masyarakat yang lebih berbahaya kalau tidak diantisipasi. Bayangkan negara yang sangat majemuk ini ada perbedaan agama, ras, etnis, dan golongan itu bisa dipecah belah dengan berita-berita hoax,” tambahnya.

Bahkan berdasarkan data dari UNESCO, dikatakannya Indonesia termasuk lemah dalam literasi media, dan kalah dengan beberapa negara di Afrika. “Ini yang akan mencelakakan, makanya perlu literasi media atau pencerdasan melalui media,” ucapnya.

Senada, Ketua Askara, Anthony Suhari berpendapat, dengan Deklarasi Anak Sholeh Indonesia yang ditandatangani sekira 350 anak-anak tersebut membuat mereka berani berjanji untuk menanamkan rasa bela negara sejak dini.

“Misi utama acara ini adalah menjadikan anak-anak memahami perbedaan dan menganggap keberagaman itu indah,” tuturnya.

Kehadiran dua kementerian juga punya peran masing-masing, Kementerian Kominfo berperan untuk memberi pemahaman bahwa penyebaran informasi hoax itu harus benar-benar diawasi. Terlebih saat ini anak-anak memiliki kemudahan akses informasi melalui gadget.

Sedangkan Kementerian Pertahanan akan melakukan pembinaan dalam kesadaran bela negara di tingkat anak-anak.

“Acara ini juga akan ke daerah lain untuk menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh anak-anak khususnya,” pungkasnya.

(azs/pojokbandung)

loading...

Feeds

Bos Persib Resmi Mundur dari LIB

Bos Persib Bandung, Glenn Sugita dan Berlinton Siahaan resmi mundur dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Itu mereka umumkan saat …

Ponpes Ulumuddin Kawal Kondusifitas Pemilu

Dalam upaya menyukseskan gelaran Pemilu tahun 2019, pihak penyelenggara dan aparat keamanan di setiap daerah, dipastikan mendapat porsi lebih saat menjalankan tugasnya, …