Industri Pariwisata Harus Ditopang Promosi dan Pemahaman Maksimal

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Industri Pariwisata menjadi andalan dalam meningkatkan perekonomian suatu daerah. Namun, hal ini harus ditopang dengan promosi yang maksimal dan ditunjang pemahaman masyarakat serta integrasi kebijakan dari pemerintah.

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa mengatakan, selama ini pemerintah hanya berfokus pada kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) sebagai indikator devisa.

Sektor ini bahkan digadang bisa menyumbang devisa terbesar bagi Indonesia di 2018, yakni sebesar US$ 20 miliar atau naik sekitar 20% dari tahun 2017 yang sekitar US$ 16,8 miliar.

Peningkatan devisa tersebut berasal dari target 17 juta wisatawan mancanegara yang tahun ini dipercaya bisa tumbuh 22% dari tahun lalu.

Hal ini sangat bagus, namun seringkali pemerintah pusat, pemerintah daerah atau kementerian tidak fokus terhadap wisatawan domestik yang ia sebut potensinya lebih tinggi dari segi aktivitas perputaran ekonominya.

“Kita selalu memikirkan wisatawan asing. Contohnya di Batam, persiapan untuk mendatangkan wisatawan asing besar, pembenahan infrastruktur,” Kata Ledia saat ditemui usai menjadi pembicara dalam acara Pelatihan Dasar Kepariwisataan di Kampus STIE Inaba, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung (19/7).

“Tapi, di sisi lain, wisatawan asing yang datang spend uangnya ga besar. Yang paling besar itu justru wisatawan lokal,” lanjutnya.

Untuk itu, ia mengaskan bahwa pemerintah perlu memperhatikan pula wisatawan domestik, salah satu caranya peningkatan penetrasi promosi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang paham dengan industri pariwisata.

loading...

Feeds

bandung

Aset Koperasi Capai Rp13 Triliun

POJOKBANDUNG.ID, BANDUNG – Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatakan aset koprasi di Kota Bandung mencapai Rp13 triliun. Besaran nilai tersebut …

XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat

XL Axiata Tbk (XL Axiata) bersama dengan Vocus Group dan Alcatel Submarine Networks telah berhasil menyelesaikanproyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut(SKKL) Australia-Indonesia-Singapura. Proyekpembangunan yang dimulai sejak Desember 2017 tersebut telah selesai pada kuartal ketiga 2018 dan langsung dimanfaatkan awal Oktober 2018. 

SOYJOY Ajak Ahli Gizi Update Keilmuan

Amerta Indah Otsuka adalah perusahaan yang berkomitmen sejak dulu untuk memproduksi produk-produk sehat yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat banyak.

Persib Vs Arema, Akhir tanpa Pemenang

Persib Bandung bertarung  melawan Arema FC di leg pertama 16 besar Piala Indonesia. Maung Bandung sempat unggul lebih dulu, sebelum akhirnya Arema …