Di Pasar Kosambi, Harga Telur dan Ayam Potong Kompak Naik

Imas pedagang daging ayam potong di pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018). Foto: nur fidhiah shabrina/pojokbandung

Imas pedagang daging ayam potong di pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018). Foto: nur fidhiah shabrina/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Harga telur dan ayam sampai minggu ke-3 di bulan Juli masih belum mengalami penurunan.


Buntut dari kenaikan harga tersebut, pendapatan berkurang karena sepinya para pembeli. Harga daging ayam potong masih buat resah dan gelisah pedagang dan konsumen di pasar Kosambi Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging ayam potong terus merangkak naik hingga menembus angka Rp 45 ribu per kilogram.

“Sekarang sekilonya Rp 44 ribu naik lagi, udah dua Mingguan naik terus,” ucap Imas (62) satu diantara pedagang daging ayam potong di pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018).

Imas mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang ia dapat dari pemasok daging ayam potong, ketersediaan daging ayam potong di pemasok berkurang.

“Kata pemasok saya itu, stok ayamnya lagi kosong,” ungkapnya.

Imas menuturkan, hanya bisa pasrah dengan kenaikan harga tersebut dan penurunan omset jualannya. “Sekarang mah jadi sepi, tapi ga bisa apa-apa, pembeli juga pada ngeluh,” tutur Imas.

Imas berharap segera ada langkah nyata dari pemerintah, untuk mengatasi kenaikan harga tersebut.

“Ya harapannya mah, cepet turun lah yah pemerintah tolong dong rakyatnya,” tutur Imas.

Bagai pinang dibelang dua, harga telur ayam juga ikut naik seperti harga daging ayam potong yang hingga saat ini merangkak naik. Harga tersebut tidak mengalami perubahan sejak sebulan terakhir.

Satu diantara pedagang telur ayam di pasar Kosambi, Rus Cahya (54) mengatakan harga telur ayam yang dijualnya saat ini yaitu Rp 29 ribu per kilogram. Kenaikan harga telur ayam tersebut terjadi secara bertahap, pasca pilkada serentak di Kota Bandung.

“Pokoknya setelah pilkada harganya naik terus, naik Rp 1.700 naik lagi Rp 2.000,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, tidak mengetahui secara pasti mengapa harga telur naik, karena tidak ada informasi yang jelas dari pemasok telur ayam kepadanya.

“Ga tau kenapa naik terus, di pusatnya juga bilang naik aja,” ungkap Rus.

Akibat dari kenaikan harga tersebut, Rus mengaku omset penjualannya per hari menurun hingga 40 persen. “Jadi sepi, sekarang cuma jual 30 kilogram, biasanya 50 kilogram,” keluhnya.

Selanjutnya, Rus berharap pemerintah kota Bandung dapat mengatasi kenaikan harga telur ayam tersebut secepatnya.

“Cepet-cepet turun ajalah, cape juga naik terus,” imbuhnya.

(fid/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …