Pedagang dan Karyawan Pasar Baru Trade Center Resah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mendekati habis masa pengelolaan PT Atanaka Persada Permai (APP) atas Pasar Baru Trade Center, pedagang dan karyawan Pasar Baru resah.


“Kami khawatir di kepengurusan yang baru, kondisi akan buruk,” ujar Sekjen Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) Iwan Suhermawan, kepada wartawan Selasa (17/7/2018).

Iwan mengatakan, pedagang dan karyawan pasar baru berharap pengelolaan tetap di lakukan oleh PT APP.

ayangnya pengelolaan PT APP akan habis pada 29 Desember 2018, setelah mengelola pasar baru selama 18 tahun.
Menurut Iwan, ada kekhawatiran di kalangan pedagang, ketika pengelolaan berpindah tangan, nasib pasar baru akan sama dengan pasar modern lainnya, seperti Pasar Kosambi, Pasar ITC dan Pasar Andir.

“Kami akui, memang ada kekurangan sedikit di pengelola yang sekarang, tapi itu kan bisa diperbaiki. Daripada pengelolaan berpindah tangan, malah jadi bobrok,” papar Iwan.

Karenanya, atas nama pedagang, Iwan berharap, Pemkot Bandung segera menentukan siapa pengganti PT APP, agar tidak menimbulkan banyak spekulasi di luaran.

“Dengan banyaknya spekulasi di luaran, menambah keresahan dari para pedagang,” tambahnya.

Meski dari pihak intren pedagang dan karyawan di lingkungan Pasar Baru berharap pengelolaan tetap dilakukan PT APP, namun mereka menyerahkan keputusan dan mekanisme kepada Pemkot Bandung.

Di pasar baru ini, ada sekitar 5200 pedagang yang menaungi sekitar 14 ribu karyawan. Iwan berharap atas keadaan ini, pedagang tetap tenang, jika ada hal-hal yang ingin disampaikan bisa disampaikan kepada himpunan pedagang.‎

Ditemui di tempat yang sama, salah seorang pedagang pakaian jadi, di Pasar Baru, Sudirman Lawe mengatakan harapannya, agar pengelolaan tidak berpindah tangan.

“Yang sekarang sudah cukup baik, kalau ada kekurangan tinggal diperbaiki sedikit-sedikit daripada dimulai lagi darin nol,” katanya.

Kondisi yang tidak menentu seperti ini, menurut Sudirman, berakibat buruk pada roda perekonomian di pasar baru.
Sudirman mengatakan, para pedagang tidak bisa menentukan langkah-langkah promosi, karena belum ada kejelasan pengelola. Hal ini berakibat padapengunjung yang datang dan berbelanja, yang berbuntut pada omset.

“Kalau omset turun otomatis, permodalan kami akan sulit, padahal dari segi permodalan, kami masih bergantung pada perbankan,” paparnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …