Ngebet Punya Tas Import, Ibu dan Anak Terekam CCTV Nyuri di Cimahi Mall

Polisi memeriksa pelaku pencuri tas import. Foto:rmoljabar

Polisi memeriksa pelaku pencuri tas import. Foto:rmoljabar

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polsek Cimahi berhasil mengungkap aksi pencurian di Cimahi Mall yang sempat viral di media sosial, ketiga pelaku ternyata satu keluarga berinisial AA, seorang ibu rumah tangga serta anaknya NV dan IN.

Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto menerangkan, berbekal video aksi pencurian yang diunggah pemilik toko di akun Instragram, Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di rumahnya.

“Kejadiannya pada Sabtu (7/7) kemudian pemilik toko melaporkan kejadian ini kepada kami dan menyerahkan hasil rekaman CCTV, setelah melihat rekaman akhirnya kami bisa menangkap pelaku,”ungkap dia, Kamis (12/7/2018).

Dari pengakuan tersangka, lanjut Indarto, tersangka mengaku tidak berniat melakukan pencurian, namun setelah melihat barang di toko tersebut dan penjaga dikira lengah timbul niat memiliki tas seharga Rp500 ribu.

“Tersangka mengaku tidak berniat, namun karena senang pada tas kemudian timbul niat untuk menguasai,”jelasnya.

Atas perbuatannya ini, ketiga tersangka yang tak lain seorang ibu dan dua anaknya membawa serta anak kecil berusia empat tahun, Polisi menjerat mereka dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

“Jadi yang melakukan pencurian itu ibu satu anaknya kemudian dioper ke anak yang tengah mengasuh balita diluar toko,”tandasnya.

Terpisah penjaga toko tas import, Murni (28) mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi pada saat kondisi toko sedang agak ramai oleh pengunjung. Lantaran ia berjaga sendirian, pengawasan terhadap para pengunjung menjadi sedikit kendor.

“Karena sedang banyak pengunjung, jadi saya juga engga fokus sama barang-barang yang dipegang orang yang datang. Apalagi ibu-ibu yang beli tas itu kan tanya harga dan ganti-ganti model yang mau dilihat,” ungkap Murni saat ditemui di Cimahi Mall, Senin (9/7).

Menurut Murni, setiap pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Hal itu ia sadari ketika seorang pelaku bertugas melihat-lihat tas di sisi kiri toko, pelaku lainnya melihat kondisi toko, dan si ibu yang diperkirakan otak pencurian bertugas mengambil tas dari rak toko.

“Jadi tidak semua langsung melakukan pencurian, mereka bagi-bagi tugas. Kalau saya kan fokus ke pelaku yang satu, soalnya dia tanya warna dan harga tas. Si ibu itu yang ambil barang. Kalau anak kecil yang mereka bawa bikin ribut di toko,” tuturnya.

Cukup lama para pelaku melakukan tawar menawar sambil melancarkan aksinya, kemudian satu persatu meninggalkan toko. Saat kondisi toko sudah mulai sepi, dirinya menyadari ada dua tas yang hilang dari tempatnya.

Melihat pada CCTV yang ada di toko tersebut, seorang pelaku mengambil tas lalu mengoper tas curian itu ke pelaku lainnya yang kemudian buru-buru keluar dari toko.

“Saya sadar itu waktu mau membereskan tas yang sudah dilihat pelanggan. Saya minta cek CCTV ke bos, ternyata memang mereka pelakunya. Jelas sekali kalau si ibu pegang tas dari rak di toko,” tandasnya.

(nie/rmoljabar/pojokbandung)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …

Kasus Narkotika Turun, Tersangkanya Membeludak

Makin banyak orang yang terjerat bandar narkotika. Jumat (21/9) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkapkan adanya kenaikan jumlah …