Ternyata Suhu Dingin Tak Terkait Fenomena Aphelion

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof.Dr.Thomas Djamaluddin.Foto:Lapan

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof.Dr.Thomas Djamaluddin.Foto:Lapan

Angin yang bertiup dari belahan bumi bagian selatan ini juga membawa udara dingin. Sebab saat ini di Australia sedang mengalami musim dingin. Thomas menyimpulkan inilah penyebabnya kenapa saat ini masyarakat di pulau Jawa mengalami suhu yang lebih dingin dari biasanya.


Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus. Dengan indikator mulai aktifnya monsun Australia. Akibat angin monsun tersebut, Indonesia juga mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia menuju ke Asia.

Di sejumlah daerah suhu memang terasa lebih dingin dari biasanya. Di Bandung dikabarkan suhu bisa turun hingga 12 derajat celcius. Bahkan dari Pegunungan Dieng beredar foto lapisan es yang berasal dari embun.

Data cuaca BMKG menyebutkan suhu terendah ada di Bandung dengan kisaran 18-30 derajat celcius. Kemudian di Jogjakarta berada di kisaran 21-32 derajat celcius.

 (wan/agm/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds