Bupati Bandung Canangkan Desa Cerdik Patuh Sabilulungan

Kadinkes Jabar, Dodo Suhendar (kanan) dan Bupati H.Dadang M. Naser (tiga kanan) bersama jajaran saat acara. Foto : Humas Pemkab Bandung

Kadinkes Jabar, Dodo Suhendar (kanan) dan Bupati H.Dadang M. Naser (tiga kanan) bersama jajaran saat acara. Foto : Humas Pemkab Bandung

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Sebagai upaya pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Bandung, Bupati H.Dadang M. Naser, mencanangkan Desa Cerdik Patuh Sabilulungan yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Banduung di Gedung Moch.Toha Soreang, Rabu (4/7/2018).

“Hidup itu pilihan, tapi sehat adalah keharusan dalam menjalani kehidupan. Hari ini saya canangkan Desa Bandasari Kecamatan Cangkuang dan Desa Sekarwangi Kecamatan Soreang sebagai Desa Cerdik Patuh Sabilulungan, sebagai contoh dari upaya kesehatan berbasis masyarakat,” ucap Bupati.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan industri, terjadi perubahan gaya hidup. Masyarakat milenial kata Bupati saat ini, mendapatkan kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, apalagi sekarang sudah serba canggih. Hal itu setidaknya menyebabkan tubuh malas bergerak, dan berdampak pada kemunculan PTM.

“Karena semua kemudahan yang ada, sekarang terjadi perubahan gaya hidup masyarakat dan berdampak pada timbulnya PTM. Pecanangan dua desa Cerdik Patuh Sabilulungan, harus menjadi cikal bakal tersebarnya virus kesadaran masyarakat, untuk memilih pencegahan dari pada pengobatan terhadap PTM yang seringkali menjadi penyebab kematian,” imbuhnya.

Cerdik Patuh Sabilulungan lanjut Bupati, merupakan motto untuk pencegahan dan pengendalian PTM di Kabupaten Bandung, yakni upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif.  Tujuannya untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang dilaksanakan secara komprehensif, terintegrasi, efektif, efisien dan berkelanjutan.

“Cerdik Patuh Sabilulungan ini harus bisa dilakukan juga di desa lainnya, dengan diawali dua desa tadi, mari kita cegah dan kendalikan penyakit menular secara gotong royong di Kabupaten Bandung,” pesan Bupati Bandung dihadapan para Camat dan tamu undangan.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung H. Marlan, menambahkan berdasarkan Sample Registrasi Sistem (SRS), dari 10 penyebab kematian utama, enam diantaranya adalah PTM yakni Stroke, penyakit jantung coroner, diabetes mellitus, hipertemsi dengan komplikasi, penyakit paru, obstruksi kronis dan kecelakaan lalu lintas.

“Beberapa waktu lalu Dinkes melakukan screening kepada 1.174 orang karyawan Pemkab Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan factor resiko PTM ditemukan hypertensi 20,19%, Gula darah tinggi 38,25%, Kholesterol tinggi 16,95% dan obesitas 41,91%,” paparnya.

Dan dibentuknya desa Cerdik Patuh ini tambah Marlan, nantinya harus bisa mengimplementasikan CERDIK sebagai upaya preventif promotif, yakni Cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan gizi seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress.

“Sedangkan PATUH adalah upaya penanganan kasus  PTM yaitu Periksa kesehatan secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan tepat, Tetap aktivitas fisik dengan aman, Upayakan diet sehat dan gizi seimbang dan Hindari asap rokok, minuman beralkohol dan zat karsinogenik,” ujar Marlan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar, sangat mengapresiasi pencanangan desa Cerdik patuh Sabilulungan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian PTM di Kabupaten Bandung.

“Kabupaten Bandung ini adalah yang pertama kali mencanangkan upaya pencegahan dan pengendalian PTM di Jawa Barat. Saya pikir ini sangat menginspirasi daerah lainnya, karena PTM  sangat mematikan dan mahal dalam pengobatan. Maka pencanangan ini sangat memungkinkan menjadi strategi penting untuk menurunkan resiko bagi masyarakat mengalami PTM,” ungkap Dodo.

PTM yang menjadi penyebab kematian utama adalah stroke dengan resiko 21%, yang keduanya penyakit jantung 12,9%, kemudian ketiganya komplikasi diabetes mellitus dengan hipertensi yang menyebabkan gagal ginjal dan PTM mematikan terakhir adalah kanker.

“Kegiatan yang sifatnya deteksi akan meminimalisir resiko dan pembiayaan yang minim. Dari tataran kebijakan, Kabupaten Bandung ini menjadi inisiator terbitnya Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Ini juga bisa menjadi upaya pencegahan dan pengendalian PTM, tinggal komitmen dan konsistensinya saja diperkuat,” tutur Dodo.

Untuk menekan atau mengurangi resiko penyebaran PTM, Dodo mengajak semua pihak untuk mau mencari  pengetahuan, meningkatkan kesadaran secara  masiv, dan bagi pemerintannya, memenuhi ketentuan sarana pelayanan kesehatan.

“Mudah-mudahan Cerdik Patuh  Sabilulungan menjadi ikhtiar untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian, dan Jabar mengawalinya melalui Kabupaten Bandung, semoga bisa menjadi inspirasi bagi desa lain di Jawa Barat, “tutupnya.

(ymi/azm/pojokbandung)

 

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …

Kasus Narkotika Turun, Tersangkanya Membeludak

Makin banyak orang yang terjerat bandar narkotika. Jumat (21/9) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkapkan adanya kenaikan jumlah …