Tunggu Hasil PPDB, Calon Siswa SMPN 1 Kota Cimahi Deg-Degan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan calon siswa yang mendaftar ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Cimahi mengaku deg-degan menunggu pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.

Pasalnya, pengumuman yang dimuat langsung dalam situs http://cimahi.siap-ppdb.com melalui jalur radius zona terus mengalami perubahan. Pendaftar yang nilai lebih besar maka akan menempati posisi teratas. Sedangkan nilai lebih kecil akan lebih tersisihkan.

Vivian Azarine (11), salah seorang pendaftar asal Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah menuturkan, ia memang sudah menjadikan SMP Negeri 1 sebagai destinasi pendidikan menengah.

“Iya ingin aja masuk SMP 1. Kebetulan sekolah favorit. Iya deg-degan nunggu hasilnya,” tuturnya saat ditemui di SMP Negeri 1 Cimahi, Jalan Raden Embang Artawidjadja, Rabu (4/7/2018).

Vivian merupakan lulusan SD Kartika 19. Ia lulus dengan nilai akhir 274,44. Dengan nilai tersebut, ia mengaku tak terlalu yakin akan diterima di SMP Negeri 1 Kota Cimahi.

“Harapannya keterima. Tapi nilainya kecil. (Kalau gak keterima) insyaAlloh ke SMP Negeri 2,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan Nadira Kalista (11). Ia sejak lama mengidamkan masuk SMP Negeri 1 Kota Cimahi. Pasalnya, sekolah tersebut merupakan sekolah favoritnya.

“Nilainya 276,56. Insyaalloh yakin masuk. Kalau gak masuk, mau ke SMP 2,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Kota Cimahi, Cece Suparya menuturkan, daya tampung sekolahnya maksimal untuk 320 siswa. Hari pertama mendaftar pada 2 Juli 2018, sudah ada sekitar 200 lebih siswa yang mendaftar.

“Allhamdulilah satu hari kemarin lancar. Kemarin 200 lebih pendaftar. Kemungkinan, tahun ini ada sampai 500 pendaftar,” bebernya.

Khusus pendaftaran yang berlangsung dari 2-6 Juli, adalah melalui jalur radius zona. Selain prestasi dan hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), yang paling utama dari jalur tersebut adalah jarak dengan sekolah.

“Nanti diakumulasikan diperingkat dari teratas sampai terbawah. Kita perlu untuk zonasi 55 persen berdasrakn Perwal,” jelasnya.

(rmoljabar/pojokbandung)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …

Kasus Narkotika Turun, Tersangkanya Membeludak

Makin banyak orang yang terjerat bandar narkotika. Jumat (21/9) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkapkan adanya kenaikan jumlah …