TNI AD Ingatkan Prajurit Netral… Walau Ada Purnawirawan Ikut Pilkada

Brigjen Alfret Denny Tuejeh. (Dok TNI AD)

Brigjen Alfret Denny Tuejeh. (Dok TNI AD)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Pekan depan, 171 daerah akan melangsungkan Pilkada Serentak 2018. TNI AD mengingatkan para prajuritnya netral bila tak ingin mendapatkan sanksi.


“Bagi TNI AD, netralitas TNI merupakan jiwa, napas, dan sikap setiap prajurit. Tidak hanya terkait dengan pesta Demokrasi, namun juga dalam kehidupan kesehariannya, baik di dalam kedinasan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Ini sudah final, tidak bisa ditawar-tawar, bahkan diragukan maupun dipertanyakan lagi,” tegas Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh dalam keterangannya, Sabtu (23/6/2018).

Pada pilkada serentak yang akan digelar 27 Juni mendatang, sejumlah purnawirawan TNI menjadi kandidat. Meski begitu, kata Denny, bukan berarti para prajurit boleh terlibat, dilibatkan, atau melibatkan diri. Ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam UUD 1945 dan UU TNI No 34 Tahun 2004.

“Tugas TNI hanya mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Adapun tugas dan peran dalam pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi, sifatnya hanya tugas bantuan kepada Polri. TNI AD tidak mempunyai niat sedikit pun untuk mempengaruhi proses maupun hasilnya. Kita (TNI AD) senantiasa menempatkan diri di atas kepentingan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” sebutnya.

Pilkada, menurut Denny, bukan domain TNI AD terkait dengan politik praktis. Walaupun sejumlah purnawirawan tengah bertarung untuk menjadi kepala daerah, prajurit dilarang membantu.

“Saya ingatkan kembali, sebagaimana yang telah disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat, meski di beberapa daerah terdapat para purnawirawan TNI yang mencalonkan diri, bagi Angkatan Darat itu merupakan hak politik mereka sebagai masyarakat sipil dan tidak ada hubungannya dengan Angkatan Darat lagi,” kata Denny.

Loading...

loading...

Feeds