Kisah Galih Pribadi Alumnus PPI 34 Cibegol, Jalani Ramadhan di Bawah Langit Sudan

Galih, Riyadh, Habib dan Abdul Latif

Galih, Riyadh, Habib dan Abdul Latif

POJOKBANDUNG.com, SUDAN –  Mimpi yang besar dimulai dengan satu langkah. Inilah yang membuat hati saya dan ketiga sahabat saya Riyadh, Habib dan Abdul Latif mantap untuk merangkai kisah baru di negeri 2 nil.

Semenjak menginjakkan kaki di Khartoum (Ibukota Sudan) September silam, banyak sekali pengalaman yang kami terima, tapi semua itu tak lengkap bila belum bercerita tentang keunikan Ramadhan disini.

Ketika bulan Syawal menyapa, kabar gembira mulai menggemparkan rasa, doa-doa berlimpah di seluruh penjuru langit agar senantiasa dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Ahh.. rindu rasanya hati ini tak sabar ingin segera berjumpa dengannya.

Bagi saya ini adalah pengalaman pertama menjalani Ramadhan di luar negeri, tentunya ada banyak kesan yang didapat.

Pertama, panasnya suhu yang menimpa. Bahkan pada awal Ramadhan suhu di kota Khartoum mencapai 47-50 derajat celcius.

Bayangkan saja, ketika sore hari saja, sinar matahari yang hendak terbenam terasa begitu menyengat, terasa seperti siang bolong di Indonesia. Sungguh merupakan hal yang tak lazim dirasakan ketika dulu menjalani shaum di Indonesia. Kalaulah tidak berbekal kesabaran, rasanya sangat sulit untuk menjalaninya.

Ketika memasuki siang hari, jalan pun akan sedikit lenggang karena jarangnya orang yang beraktifitas di luar. Justru masjid-masjid yang penuh sesak oleh lautan manusia yang sekedar ingin menyejukkan diri, sekaligus menyejukkan hati dan jiwa dengan banyak membaca Al-qur’an.

Sungguh rugi ketika cuaca panas menerpa, hati pun ikut panas karena tidak disiram dengan lantunan ayat-ayat Ilahi.

loading...

Feeds

Tiga Calon Sekda KBB Siap Bersaing

Panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengumumkan tiga peserta terbaik yang akan menduduki Jabatan Sekretaris …