Empat Pilar Kebangsaan Tangkal Radikalisme

SOSIALISASI: Anggota DPR/MPR RI F PPP Hj. Ratieh Sanggarwati saaf menyampaikan materi sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara bersama seluruh jajaran pengurus DPC PPP Sumedang, Senin (4/6) ( Foto: Panji Muhsinin/Radar Sumedang  )

SOSIALISASI: Anggota DPR/MPR RI F PPP Hj. Ratieh Sanggarwati saaf menyampaikan materi sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara bersama seluruh jajaran pengurus DPC PPP Sumedang, Senin (4/6) ( Foto: Panji Muhsinin/Radar Sumedang )

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG – Bangsa Indonesia patut bersyukur, pasalnya sampai saat ini warga negara bisa hidup damai di alam kemerdekaan. Indonesia tetap utuh meski berbeda-beda suku bangsa, bahasa, adat istiadat, dan agama. Itu semua terjadi karena Indonesia memiliki empat konsensus dasar kehidupan bernegara dan berbangsa yakni Pancasila, UUD1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.


“Sebagai bangsa Indonesia kita patut bersyukur karena sampai saat ini meski berbeda-beda Indonesia tetap utuh sebagai NKRI dari Sabang sampai Merauke. Itu semua berkat negara ini memiliki unsur pemersatu yakni empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Ratih Sanggarwati, Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PPP dalam penyampaiannya di depan para kader PPP Sumedang, Senin (4/6/2018).

Dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diikuti para internal pengurus dan anggota DPC PPP tersebut, anggota Komisi X ini menegaskan, empat konsensus dasar ini perlu terus disosialisasikan sebagai filter terhadap ancaman pengaruh luar yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia.

“Saat ini, ancaman gerakan radikal serta penghancuran kultur budaya melalui derasnya era globalisasi semakain gencar, sehingga mengancam terjadinya degradasi moral terhadap generasi muda,” ucapnya.

Menurut Ratih, banyak sendi kehidupan yang telah disusupi segala bentuk yang tidak sesuai dengan empat konsensus berbangsa milik Indonesia tersebut. Beberapa di antaranya seperti, Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender (LGBT), narkoba, pergaulan bebas, terorisme dan dekadensi moral.

“Semuanya itu telah melanggar norma kehidupan kita dan menabrak nilai-nilai empat konsensus kebangsaan,” katanya.

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …