Komisi VIII Apresiasi Langkah Menag Cabut Daftar Rekomendasi 200 Mubaligh

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB Hj. Lilis Santika (tengah) saat mengikuti acara Safari Ramadan bersama H A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Majalengka, Selasa (29/5/2018) malam.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB Hj. Lilis Santika (tengah) saat mengikuti acara Safari Ramadan bersama H A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Majalengka, Selasa (29/5/2018) malam.

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG –Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Lilis Santika menyambut baik langkah Kementerian Agama (Kemenag) RI yang akhirnya mencabut daftar rekomendasi 200 mubaligh usai mendapat desakan pencabutan dari DPR dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018) lalu.


“Kami dari jajarang Komisi VIII DPR RI mengapresiasi langkah Menteri Agama yang telah mencabut daftar rekomendasi 200 mubaligh ini. Yang memang tujuan awalnya seperti disampaikan kepada DPR oleh Menag yakni untuk menjaga kualitas mubaligh. Namun kami dari Komisi VIII DPR RI menyatakan bahwa rekomendasi itu belum dibutuhkan saat ini. Karena masyarakat Indonesia masih membutuhkan ribuan mubaligh,” kata Hj Lilis, Rabu (30/5/2018) dalam pesan instan.

Dengan dicabutnya daftar rekomendasi 200 mubaligh itu, lanjut anggota DPR dari dapil Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka dan Subang) ini maka dinyatakan tidak berlaku lagi.

“Artinya daftar itu sudah tidak berlaku lagi. Dan untuk langkah selanjutnya masalah itu akan diserahkan kepada lembaga yang memiliki kompetensi untuk itu yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI),” imbuhnya.

Berkaca dari dampak keluarnya rekomendasi daftar mublaigh itu agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dan bahkan bisa memecahbelah umat, Komisi VIII DPR RI juga bakal terus melakukan evaluasi dalam perkembangan masalah tersebut.

“Kita akan terus evaluasi perkembangannya agar tidak lagi menimbulkan persoalan-persoalan baru di kemudian hari,” tukasnya.

Anggota dewan dari Fraksi PKB yang juga Pengasuh Pontren Modern Annuur Sumedang ini juga menambahkan, bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan daftar rekomendasi mubaligh tetapi perlunya penguatan kualitas lembaga pendidikan agama.

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …