Nah Loh…Gaji Super Besar, Ternyata BPIP Hampir Setahun Gak Gajian

Kepala BPIP Yudi Latif saat Simposium Nasional yang dihelat oleh DPP Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8/2017)

Kepala BPIP Yudi Latif saat Simposium Nasional yang dihelat oleh DPP Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8/2017)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Besaran gaji yang diterima Pejabat dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memicu polemik di tengah masyarakat.


Tak sedikit yang menilai, besaran gaji dan hak keuangan itu sangat tidak masuk di akal. Terlebih, BPIP adalah lembaga ad hoc.

Selain itu, gaji mereka juga lebih tinggi dibanding presiden dan pemimpin lembaga negara.

Namun ternyata, ada fakta jauh lebih miris ketimbang pro-kontra yang dicuap-cuapkan sejumlah pihak yang memberikan kritik pedasnya itu.

Sebab, justru nasib orang-orang yang ada di BPIP ternyata lebih jauh lebih mengenaskan.

Kepala BPIP Yudi Latif justru mengungkap bahwa hajat hidup pegawai BPIP, mulai dari pengarah, kepala, hingga tenaga ahli justru bernasib ‘sial’.

Sebab, mereka hampir setahun bekerja namun belum menerima hak keuangan seperti yang diperdebatkan publik itu.

“Hal ini telah membuat banyak tenaga ahli dirundung malang, seperti kesulitan mencicil rumah dan biaya sekolah anaknya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/5).

Selain itu, dukungan anggaran terhadap lembaga ini yang sangat minim. Pada tahun 2017 lalu, lembaga ini hanya mengeluarkan sekitar Rp7 miliar saja.

Sedangkan anggaran untuk tahun 2018 ini belum juga turun.

Padahal, untuk acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang akan datang, pembiayaannya ditimpakan ke BPIP.

“Pertanyaannya, ada apa di balik ini semua? Saya pun tidak mengerti,” katanya.

“Karena tidak mengerti mohon maaf tidak bisa memberi keterangan,” tukas Yudi.

Untuk diketahui, salah satu yang menjadi sorotan adalah, hak keuangan Megawati Soekarnoputri yang per bulannya mencapai Rp112.548.000 per bulan.

Sementara Anggota Dewan Pengarah masing-masing mendapatkan Rp100.811.000 per bulan.

Mereka diantaranya, Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya.

Sedangkan Kepala BPIP Yudi Latif sendiri mendapatkan gaji Rp76.500.000. Untuk Wakil Kepala Rp63.750.000, Deputi Rp51.000.000 dan Staf Khusus Rp36.500.000.

Selain gaji bulanan, para pimpinan, pejabat dan pegawai BPIP juga akan menerima fasilitas lainnya berupa biaya perjalanan dinas.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 42/2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Perpres itu sendiri ditandatangani Presiden Joko Widodo pada Rabu 23 Mei lalu.

Hak keuangan BPIP

Ketua Dewan Pengarah: Rp. 112,5 juta

Anggota dewan pengarah: Rp. 100,8 juta

Kepala: Rp. 76,5 juta

Wakil Kepala: Rp. 63,7 juta

Deputi: Rp. 51 juta

Staf khusus: Rp. 36,5 juta

Hak Keungan Pejabat Negara Lainnya

Presiden: Rp. 62,7 juta

Wakil Presiden: Rp. 42,1 juta

Menteri: Rp. 18,6 juta

Ketua MA: Rp. 121 juta

Ketua MK: Rp. 121 juta

Gubernur BI: Rp. 170 juta

Ketua DPR: Rp. 67,7 juta

(ruh/pojoksatu)

 

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …