Info Terkini, Polisi Tambah Radius Olah TKP Tiga Gereja Surabaya

Suasana terkini di Gereja Santa Maria Tak Bercela di jalan Ngagel Madya nomer 1, Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Suasana terkini di Gereja Santa Maria Tak Bercela di jalan Ngagel Madya nomer 1, Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, SURABAYA – Tiga gereja di Surabaya yang menjadi lokasi bom bunuh diri hingga saat ini belum terbuka untuk jemaat.


Polisi bahkan menambah radius olah tempat kejadian perkara menjadi 250 meter di tiap gereja yang menjadi lokasi pemboman.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Bangun Mangera mengatakan, penutupan tersebut dilakukan sudah sesuai instruksi Kapolri.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengetatan keamanan di sejumlah obyek vital, tempat umum dan tempat ibadah umat agama lain.

“Misalnya, di mal dan tempat ibadah umat beragama lainnya,” kata Frans kepada wartawan di Mako Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, aksi atau pola serangan pelaku teroris mulai menunjukkan gelagat brutalisme.
Buktinya, pelaku berani menyerang markas Polisi. Selain itu, para terduga teroris bergerak sendiri dan sporadis.

“Ini yang perlu kita waspadai. Karena anggota jaringan teroris ini sudah mulai (bertindak) brutalisme (brutal),” jelas Frans.

Saat ditanyakan kepada Koordinator Keamanan Gereja Santa Maria Tak Bercela Ping Teja mengaku, dirinya belum mendapat instruksi lanjutan dari pihak Kepolisian. Terkait, kapan gereja tersebut boleh terbuka dan menggelar kegiatan ibadah seperti biasa.

“Belum ada instruksi dari Polisi. Saya enggak tahu sampai kapan (gereja tertutup untuk jemaat). Tapi, yang jelas belum,” kata Ping.

Dia mengaku, hanya turut membantu penjagaan. Saat ini, dia juga turut mengkoordinir sejumlah bantuan makanan bagi para pekerja, Polisi dan satpol PP yang berjaga di area luar dan dalam gereja. Sementara itu, pihak gereja tengah mengerjakan renovasi gedung yang rusak akibat bom kemarin.

(hdr/jpc/pojoksatu)

 

Loading...

loading...

Feeds